
Menurut studi tahun 2019 yang dikutip Sleep Cycle, membaca di atas tempat tidur terbukti lebih efektif meningkatkan kualitas istirahat dibandingkan mereka yang tidak melakukannya. Ini adalah detoks mental yang sangat baik untuk meredakan stres pasca-liburan.
- Berhenti Menghitung Sisa Waktu Tidur
Salah satu pemicu insomnia yang paling umum adalah kecemasan saat melihat jam dan menghitung berapa jam waktu tidur yang tersisa.
Kebiasaan ini justru meningkatkan hormon stres. Jika Anda sulit terlelap, lakukan teknik pernapasan dalam atau meditasi ringan daripada terus memelototi jam dinding.
- Konsistensi Waktu Bangun Pagi
Kunci utama untuk memperbaiki jam biologis adalah disiplin pada waktu bangun. Meskipun Anda merasa kurang tidur di malam sebelumnya, tetaplah bangun pada jam yang sama setiap pagi. Hal ini akan membantu tubuh mengenali ritme harian yang baru secara lebih cepat.
- Cari Paparan Cahaya Alami
Sinar matahari pagi adalah “tombol reset” alami bagi tubuh kita. Luangkan waktu sekitar 2 hingga 5 menit di luar ruangan segera setelah bangun.
Cahaya alami akan menghentikan produksi melatonin dan meningkatkan hormon yang membuat Anda terjaga serta fokus sepanjang hari.
- Puasa Gadget Sebelum Tidur
Cahaya biru (blue light) dari layar ponsel adalah musuh utama kualitas tidur karena menghambat hormon melatonin. Berikan jeda 30 hingga 60 menit bebas perangkat elektronik sebelum mematikan lampu. Gunakan waktu ini untuk aktivitas analog yang menenangkan saraf Anda.
Mengembalikan pola tidur tidak bisa terjadi dalam semalam. Tubuh memerlukan proses adaptasi untuk kembali ke rutinitas normal.
Dengan konsistensi, Anda akan mendapatkan kembali kualitas istirahat yang optimal dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















