
BOGORTODAY.COM – Sirkuit Amerika (COTA) di Texas akan menjadi saksi bisu persaingan sengit seri ketiga Moto3 musim 2026 akhir pekan ini.
Di tengah performa impresif pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, sebuah ancaman nyata mulai muncul dari negeri tetangga.
Hakim Danish, pembalap asal Malaysia, diprediksi akan menjadi “kuda hitam” yang bisa mengganggu dominasi barisan depan.
Modal Gemilang Veda Ega
Sejauh ini, Veda Ega telah menunjukkan kelasnya sebagai kandidat juara dunia. Memulai musim dengan finis kelima di Thailand dan sukses mengamankan podium ketiga di Brasil, Veda kini bertengger kokoh di posisi ketiga klasemen sementara dengan koleksi 27 poin.
Meski perhatian utama sering tertuju pada duo tim Aspar, Maxio Quiles dan Marco Morelli, data teknis menunjukkan bahwa karakteristik COTA mungkin akan memberi keuntungan lebih bagi rival lain.
Ancaman Spesialis Lintasan “Kiri”
Mengapa Hakim Danish patut diwaspadai? Kuncinya terletak pada karakter Sirkuit COTA yang didominasi tikungan ke kiri (anticlockwise). Berikut adalah beberapa catatan krusial yang perlu diperhatikan:
- Keunggulan Historis: Hakim Danish memiliki rekam jejak manis di sirkuit dengan arah putaran berlawanan jarum jam. Ia pernah meraih kemenangan meyakinkan di seri Aragon pada Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025 lalu.
- Karakter Sirkuit Serupa: Karakteristik Aragon yang banyak tikungan kiri sangat identik dengan layout COTA. Hal ini menjadi modal psikologis dan teknis yang kuat bagi Hakim.
- Progres di Brasil: Meskipun saat ini berada di peringkat ke-13 klasemen dengan 6 poin, Hakim sempat mencuri perhatian dengan mengamankan posisi start ketiga pada seri Brasil sebelumnya, meski akhirnya finis di urutan keenam.
Adu Mekanik di Lintasan Anticlockwise
Veda Ega sebenarnya bukan tanpa perlawanan di lintasan jenis ini. Meski hanya finis kelima di Aragon tahun lalu, Veda membuktikan ketangguhannya dengan memenangkan balapan di Sirkuit Sachsenring, Jerman, yang juga memiliki karakter anticlockwise.
Pertarungan di Texas nanti bukan sekadar urusan poin di papan klasemen, melainkan pembuktian siapa yang paling adaptif dengan tantangan teknis COTA. Jika Veda ingin mempertahankan tren podiumnya, ia tidak boleh hanya terpaku pada rivalitasnya dengan pembalap Eropa, tetapi juga harus menutup ruang bagi kebangkitan Hakim Danish.
Perbandingan Klasemen Sementara Moto3 2026
| Pembalap | Posisi Klasemen | Poin | Catatan Terbaik 2026 |
| Veda Ega Pratama | 3 | 27 | Podium 3 (Brasil) |
| Hakim Danish | 13 | 6 | Start Baris Depan (Brasil) |
Bagi Halaman
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















