Pemkot Ambil Alih Pembebasan Lahan Proyek Underpass Kebon Pedes, Provinsi Jabar Kucurkan Rp125 Miliar

Flyover Kebon Pedes
Suasana di Pintu Perlintasan Kereta Api, Kebon Pede, Kota Bogor. (Foto : Dok. Bogortoday)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mematangkan rencana pembangunan Underpass Kebon Pedes guna mengurai kemacetan kronis dan menekan angka kerawanan di perlintasan sebidang kereta api. Proyek strategis ini direncanakan memasuki tahapan pembebasan lahan pada tahun 2027 mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa seluruh dokumen perencanaan utama telah rampung disusun oleh Pemkot Bogor.

“Pemerintah Kota Bogor sudah mengajukan usulan ke Provinsi. Untuk Detailed Engineering Design (DED) sudah siap, Feasibility Study (FS) sudah ada, termasuk Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) juga sudah selesai,” jelasnya saat memberikan keterangan, Senin (30/3/2026).

BACA JUGA :  Cegah Longsor di Trase Baru Batutulis, Wali Kota Bogor Siapkan Skema Penanaman Pohon Penahan Tebing

Esti mengatakan, pembangunan underpass ini akan menggunakan skema kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi. Pemkot Bogor bertanggung jawab penuh atas pembebasan lahan, sementara pembangunan fisik akan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan data teknis, estimasi kebutuhan anggaran, seperti pembebasan lahan yang diperkirakan mencapai Rp50 miliar yang telah diusulkan masuk dalam RKPD 2027.

Cakupan lahan melibatkan sekitar 30 hingga 39 bidang tanah yang masih dalam tahap verifikasi alas hak. Sedangkan estimasi biaya fisik pembangunan konstruksi diperkirakan menelan biaya sekitar Rp125 miliar dari anggaran provinsi.

BACA JUGA :  Benarkah Harimau Takut pada Kucing? Ini Fakta Ilmiahnya

“Pihak Provinsi Jawa Barat sudah menyatakan kesiapannya untuk membangunkan fisik underpass tersebut, asalkan lahan yang dibutuhkan sudah siap dideklarasikan clean and clear oleh Pemkot,” tambahnya.

Menurutnya, urgensi pembangunan Underpass Kebon Pedes ini didasari oleh kondisi lalu lintas yang kian padat serta risiko keamanan pada perlintasan sebidang.

“Tujuannya jelas untuk mengurai kemacetan yang selama ini terjadi di titik tersebut. Selain itu, ini juga untuk mengurangi tingkat kerawanan kecelakaan yang sering berkaitan dengan perlintasan kereta api,” tutup Esti.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================