
Nilai yang terkandung dalam tradisi ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya persaudaraan. Dalam sebuah hadis Rasulullah SAW disebutkan:
“Janganlah kalian saling membenci, saling bermusuhan, dan saling berselisih. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhari)
Pesan tersebut menegaskan bahwa hubungan antarmanusia kerap terganggu oleh konflik dan perasaan negatif. Oleh karena itu, halal bi halal menjadi sarana penting untuk menghapus dendam dan memperkuat kembali hubungan sosial.
Seiring berjalannya waktu, halal bi halal tidak hanya menjadi tradisi keluarga, tetapi juga merambah ke lingkungan masyarakat luas, termasuk instansi pemerintahan dan dunia kerja. Kegiatan ini biasanya diisi dengan pertemuan, sambutan, hingga saling bersalaman sebagai simbol permohonan maaf.
Bahkan, tradisi ini telah melampaui batas geografis Indonesia. Negara-negara seperti Malaysia dan Brunei mulai mengenalnya melalui diaspora masyarakat Indonesia. Kini, praktik serupa juga dapat dijumpai di berbagai belahan dunia, meskipun dengan penyesuaian budaya masing-masing.
Pada akhirnya, halal bi halal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan wujud nyata dari nilai kebersamaan, persatuan, dan saling menghargai. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa memperbaiki hubungan antarmanusia adalah bagian penting dari kehidupan sosial sekaligus ajaran agama yang luhur.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















