
Untuk bermanuver di ruang angkasa, Orion dilengkapi modul layanan dari Eropa yang memiliki puluhan mesin pendorong, termasuk mesin utama untuk perjalanan jarak jauh di sekitar Bulan. Sistem ini memungkinkan kapsul bergerak dengan akurasi tinggi dalam lingkungan tanpa gravitasi.
Faktor keselamatan menjadi prioritas utama dalam pengembangan Orion. Wahana ini dilengkapi sistem peluncuran darurat (Launch Abort System) yang dapat menyelamatkan awak dalam kondisi kritis. Selain itu, sistem cadangan berlapis memastikan misi tetap berjalan meskipun terjadi gangguan teknis.
Saat kembali ke Bumi, Orion mengandalkan sistem parasut canggih yang akan memperlambat kecepatan kapsul sebelum mendarat di lautan. Seluruh proses dirancang untuk menjamin keselamatan awak hingga akhir misi.
Pengembangan Orion sendiri telah melalui perjalanan panjang sejak awal 2000-an. Meski sempat terdampak pembatalan program Constellation pada 2010, NASA memutuskan untuk melanjutkan proyek ini karena dinilai paling siap dan efisien untuk mendukung eksplorasi antariksa masa depan.
Kini, Orion menjadi bagian penting dari program Artemis, yang tidak hanya bertujuan mengorbit Bulan, tetapi juga mengembalikan manusia untuk mendarat di permukaannya dalam beberapa tahun mendatang.
Dengan teknologi mutakhir dan dukungan internasional, misi Artemis II menjadi simbol kebangkitan eksplorasi luar angkasa manusia—membuka jalan menuju era baru penjelajahan yang lebih ambisius, termasuk kemungkinan misi ke Mars di masa depan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















