BOGORTODAY.COM – Campak selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang identik dengan anak-anak. Namun kenyataannya, infeksi ini juga dapat menyerang orang dewasa dan bahkan menimbulkan dampak yang lebih serius.
Kondisi ini menjadi perhatian karena gejala yang muncul pada usia dewasa kerap lebih berat dibandingkan pada anak.
Salah satu faktor utama yang memicu kondisi tersebut adalah menurunnya daya tahan tubuh. Ketua Satgas Vaksinasi PAPDI, dr. Sukamto Koesnoe, menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat perkotaan tanpa disadari berkontribusi besar terhadap melemahnya sistem imun. Aktivitas kerja yang padat, terutama kebiasaan lembur dan kurang istirahat, menjadi pemicu utama.
Banyak orang dewasa, khususnya pekerja muda, menjalani rutinitas dengan intensitas tinggi tanpa diimbangi waktu istirahat yang cukup. Kebiasaan ini berdampak pada penurunan sel limfosit, yaitu salah satu jenis sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi seperti virus, bakteri, hingga zat berbahaya lainnya.
Ketika jumlah limfosit menurun, kemampuan tubuh untuk melawan infeksi ikut melemah. Akibatnya, penyakit seperti campak dapat berkembang lebih parah dan menimbulkan komplikasi yang lebih serius pada orang dewasa.
Selain faktor gaya hidup, perlindungan dari vaksin juga tidak selalu bertahan seumur hidup. Antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi diketahui dapat menurun seiring waktu, biasanya dalam rentang 15 hingga 20 tahun setelah imunisasi. Kondisi ini membuat tubuh kembali rentan terhadap infeksi, termasuk campak.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















