
BOGORTODAY.COM – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, dikabarkan meminta Kepala Staf Angkatan Darat AS, Jenderal Randy George, untuk segera mengakhiri masa jabatannya melalui pengunduran diri atau pensiun. Informasi ini pertama kali mencuat dari pejabat di lingkungan Pentagon.
Kabar tersebut kemudian diperkuat oleh juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, yang mengumumkan bahwa Jenderal George resmi pensiun dari posisinya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat ke-41, efektif segera.
Dalam pernyataannya, Departemen Pertahanan menyampaikan apresiasi atas dedikasi George yang telah mengabdi selama puluhan tahun kepada negara.
Laporan mengenai pencopotan George awalnya diungkap oleh CBS News, dan kebenarannya dikonfirmasi oleh pejabat Departemen Pertahanan. Keputusan ini muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump menyampaikan pidato terkait konflik dengan Iran.
Dalam pidatonya, Trump mengindikasikan adanya kemungkinan peningkatan intensitas serangan, meskipun sebelumnya sempat menyatakan perang dapat diakhiri dalam waktu singkat.
Selama menjabat, George diketahui memiliki hubungan kerja yang erat dengan Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll, sosok yang dinilai dekat dengan Gedung Putih. Kedekatan tersebut disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang menimbulkan ketegangan dengan Hegseth.
Dalam masa kepemimpinannya, Hegseth sendiri telah melakukan sejumlah pergantian terhadap perwira tinggi militer.
Jenderal Randy George merupakan lulusan Akademi Militer AS di West Point tahun 1988 dan memiliki latar belakang sebagai perwira infanteri. Ia menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat sejak September 2023.
Sebelumnya, ia pernah memimpin I Corps di Joint Base Lewis-McChord, serta menjabat sebagai asisten militer senior untuk Menteri Pertahanan Lloyd Austin pada era pemerintahan Presiden Joe Biden.
Spekulasi Pengganti: Jenderal Chris LaNeve
Seiring pengunduran diri George, muncul berbagai spekulasi mengenai sosok yang akan menggantikannya. Salah satu nama yang menguat adalah Jenderal Chris LaNeve. Saat ini, LaNeve telah ditunjuk sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat oleh Hegseth, dan berpeluang besar mengisi posisi tersebut sebagai pelaksana tugas.
LaNeve merupakan perwira yang memulai karier militernya sejak 1990 setelah lulus dari program ROTC Universitas Arizona. Sebelum menduduki jabatan saat ini, ia pernah menjabat sebagai komandan Angkatan Darat ke-8 di Korea Selatan. Ia juga sempat memimpin Divisi Lintas Udara ke-82 di Fort Bragg, North Carolina, meski tidak menyelesaikan masa jabatan penuh selama dua tahun.
Karier LaNeve terus berkembang dengan berbagai posisi strategis, termasuk sebagai asisten khusus untuk Komandan Komando Pasukan Angkatan Darat AS. Pengalamannya di berbagai posisi penting ini memperkuat peluangnya untuk menduduki jabatan tertinggi di Angkatan Darat.
Nama LaNeve juga sempat menjadi sorotan publik saat ia melakukan panggilan video dari Korea Selatan dalam acara Commander in Chief’s Ball setelah pelantikan Presiden Trump. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Trump sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat, mewakili pasukan yang berada di bawah komandonya.
Respons Trump terhadap penampilan LaNeve pun cukup mencuri perhatian. Ia memuji sosok LaNeve dan menyebutnya sebagai figur yang kuat dan berwibawa, bahkan menyamakannya dengan karakter dalam film. Pujian tersebut semakin memperkuat citra LaNeve sebagai salah satu perwira militer yang diperhitungkan dalam lingkaran kepemimpinan.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi bagian dari dinamika internal militer AS yang tengah berlangsung, sekaligus mencerminkan arah kebijakan pertahanan yang sedang dibentuk di bawah kepemimpinan baru.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















