
Laporan mengenai pembicaraan gencatan senjata muncul di tengah pernyataan tegas Presiden Donald Trump kepada Iran terkait blokade Selat Hormuz. Blokade yang dilakukan Teheran sejak konflik dengan AS dan Israel pecah pada 28 Februari ini memicu ketegangan global.
Trump sebelumnya memberikan ultimatum agar Iran segera membuka jalur laut strategis tersebut. Ia memperingatkan bahwa jika Teheran tidak menuruti permintaan dalam waktu 48 jam, AS akan menargetkan fasilitas publik seperti pembangkit listrik dan jembatan. Ancaman ini disampaikan melalui unggahan di platform media sosial miliknya, Truth Social.
“Selasa akan menjadi ‘Hari Pembangkit Listrik’ dan ‘Hari Jembatan’ di Iran, semuanya digabung menjadi satu. Buka Selat itu, atau kalian akan hidup dalam neraka,” tulis Trump dalam salah satu unggahannya.
Meski menegaskan ancaman, AS sejauh ini menahan diri untuk tidak menyerang fasilitas energi Iran, mengingat dampaknya terhadap pasar minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia, dan penutupan jalur ini telah menyebabkan kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara dalam hampir sebulan terakhir.
Negosiasi gencatan senjata ini dianggap penting sebagai langkah awal untuk menahan eskalasi lebih jauh, dengan harapan konflik bisa segera menemukan titik penyelesaian yang lebih permanen.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















