Darurat Sampah di Gunung Gede Pangrango: 70 Relawan Angkut Puluhan Ton Limbah Liar

Dari jumlah itu, hanya 39 persen yang dikelola dengan baik. Sebanyak 22 persen masih ditimbun dengan metode open dumping, sementara 39 persen lainnya terbuang ke lingkungan melalui pembakaran, pembuangan liar, atau dibuang ke badan air.

Di tingkat daerah, volume sampah Kabupaten Bogor yang mencapai ribuan ton per hari turut memperparah munculnya titik-titik timbulan sampah liar, khususnya di kawasan penyangga seperti Puncak yang rentan terhadap risiko banjir dan longsor.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Guru Besar Teknik Sipil dan Lingkungan IPB University sekaligus tim pakar EIGER Adventure Land, Arief Sabdo Yuwono, menegaskan bahwa pendekatan konvensional sudah tidak lagi memadai.

“Diperlukan perubahan sistem pengelolaan sampah mulai dari sumbernya, termasuk kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta penguatan sistem pengelolaan yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

EIGER Adventure Land menyatakan komitmen untuk terus mendorong inisiatif pengelolaan sampah di kawasan Megamendung secara bertahap. Ke depan, perusahaan juga akan mengembangkan sistem pengelolaan sampah terintegrasi guna mendukung kawasan ekowisata yang berkelanjutan sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem wilayah hulu.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================