Duduk Terlalu Lama Disebut “Rokok Baru”: Ini Dampaknya bagi Jantung

Rokok Baru
Duduk Terlalu Lama Disebut “Rokok Baru”: Ini Dampaknya bagi Jantung. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Gaya hidup modern yang banyak dihabiskan dengan duduk kini mendapat perhatian serius dari para ahli kesehatan dunia. Bahkan, kebiasaan duduk terlalu lama kerap dijuluki sebagai “rokok baru” karena dinilai memiliki risiko yang tak kalah berbahaya, khususnya terhadap kesehatan jantung.

Aktivitas pekerjaan yang menuntut seseorang berlama-lama di depan meja membuat waktu duduk semakin sulit dihindari. Tanpa disadari, kebiasaan ini dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, terutama penyakit kardiovaskular.

Duduk Lama dan Risiko Penyakit Jantung

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal American College of Cardiology mengungkap bahwa olahraga rutin saja belum tentu cukup untuk mengimbangi dampak buruk dari terlalu lama duduk.

Penelitian tersebut menggunakan data dari UK Biobank yang melibatkan lebih dari 89 ribu partisipan. Para peneliti menganalisis kebiasaan duduk harian serta aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat selama satu minggu, lalu memantau kondisi kesehatan mereka hingga satu dekade.

Hasilnya menunjukkan bahwa individu yang memiliki gaya hidup minim gerak berisiko lebih tinggi mengalami berbagai penyakit jantung, seperti:

  • Fibrilasi atrium (detak jantung tidak teratur)
  • Serangan jantung
  • Gagal jantung
  • Kematian akibat gangguan kardiovaskular
BACA JUGA :  Tiga Toko Miras Ilegal di Cileungsi Bogor Diganyang Satpol PP

Orang yang duduk lebih dari 10,6 jam per hari—di luar waktu tidur—diketahui memiliki risiko hingga 60% lebih besar mengalami gagal jantung atau meninggal karena penyakit kardiovaskular.

Menariknya, aktivitas fisik seperti olahraga selama minimal 150 menit per minggu memang dapat membantu menurunkan risiko tertentu, seperti fibrilasi atrium dan serangan jantung. Namun, efek perlindungan tersebut tidak sepenuhnya menghilangkan risiko gagal jantung dan kematian akibat penyakit jantung.

Mengapa Duduk Lama Berbahaya?

Duduk dalam waktu lama berdampak langsung pada sistem tubuh. Minimnya pergerakan membuat sirkulasi darah melambat, yang pada akhirnya dapat melemahkan fungsi jantung. Selain itu, kebiasaan ini juga berkontribusi pada:

  • Peningkatan berat badan
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan metabolisme seperti resistensi insulin
  • Peradangan kronis dalam tubuh

Kondisi-kondisi tersebut merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit serius, terutama yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah.

BACA JUGA :  Mata Merah Jangan Dianggap Sepele, Kenali Tanda-Tanda yang Harus Segera Diperiksa Dokter

Cara Mengurangi Dampak Duduk Terlalu Lama

Menghindari duduk sepenuhnya tentu sulit, terutama bagi pekerja kantoran. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risikonya.

Menurut Mayo Clinic, berikut beberapa cara yang bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari:

  • Luangkan waktu untuk berdiri atau berjalan ringan setiap 30 menit
  • Berdiri saat menerima telepon atau menonton televisi
  • Gunakan meja kerja berdiri (standing desk) agar tidak terus duduk
  • Cobalah rapat sambil berjalan kaki
  • Lakukan aktivitas ringan di atas treadmill jika memungkinkan

Duduk terlalu lama bukan sekadar kebiasaan sepele, melainkan faktor risiko serius bagi kesehatan jantung.

Meski olahraga tetap penting, hal itu tidak sepenuhnya menetralkan dampak buruk dari gaya hidup yang terlalu pasif. Oleh karena itu, kunci utama menjaga kesehatan adalah dengan lebih sering bergerak dan mengurangi waktu duduk dalam keseharian.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================