Gunung Bromo Ditutup Sementara untuk Konservasi dan Peningkatan Layanan Wisata

BOGORTODAY.COM – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengumumkan penutupan sementara kawasan wisata Gunung Bromo di Jawa Timur mulai 6 hingga 12 April 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kualitas layanan pariwisata di kawasan tersebut.

Pranata Humas TNBTS, Endrip Wahyutama, menyampaikan bahwa penutupan dimulai pada 6 April pukul 06.00 WIB dan akan dibuka kembali pada 12 April pukul 10.00 WIB.

“Penutupan ini menjadi momen penting untuk memulihkan alam sekaligus memperbaiki kualitas layanan wisata agar lebih berkelanjutan, terutama setelah libur panjang Lebaran,” ujar Endrip.

Kegiatan Selama Penutupan

Selama satu minggu kawasan ditutup, pengelola menyiapkan berbagai kegiatan strategis, antara lain:

  • 6 April: Pembersihan sampah pasca-libur Lebaran dan sosialisasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT).
  • 7 & 9 April: Pelatihan bagi pelaku jasa transportasi jip dan kuda di wilayah Probolinggo.
  • 8 April: Peningkatan kapasitas pelaku jasa wisata di Malang dan kegiatan bakti sosial.
  • 13 April: Penandatanganan pembangunan JLKT sebagai tahap awal penataan kawasan.
BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Alasan Penutupan

Keputusan ini diambil setelah lonjakan kunjungan wisatawan sepanjang Maret 2026. Data TNBTS menunjukkan bahwa jumlah pengunjung mencapai 79.223 orang, tersebar melalui empat pintu utama yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Malang. Lonjakan ini memberikan tekanan besar pada ekosistem Bromo.

BACA JUGA :  Tidak Semua Orang Cocok Makan Bayam, Ini Kelompok yang Perlu Berhati-hati

Komitmen untuk Kelestarian dan Kesejahteraan Lokal

Endrip menekankan bahwa langkah penutupan ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga kelestarian Gunung Bromo. Selain penataan infrastruktur, kegiatan edukasi bagi pelaku jasa wisata diharapkan berdampak positif bagi lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat lokal.

“Kami ingin memastikan Bromo tetap lestari sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh semua pihak,” tutup Endrip.

Penutupan sementara ini diharapkan memberikan ruang bagi alam untuk pulih dan menciptakan standar wisata yang lebih berkualitas bagi para pengunjung di masa mendatang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================