
Interaksi seperti ini membantu otak bekerja lebih aktif dalam mengolah informasi.
5. Kurangi distraksi saat membaca
Gangguan kecil seperti notifikasi ponsel atau membuka aplikasi lain dapat menghambat proses penyimpanan informasi dalam otak.
Cobalah menyediakan waktu khusus untuk membaca tanpa gangguan, meskipun hanya 20–30 menit. Fokus penuh akan membuat pemahaman jauh lebih baik.
6. Kaitkan dengan pengalaman pribadi
Informasi akan lebih mudah diingat jika memiliki keterkaitan dengan kehidupan pribadi. Menghubungkan bacaan dengan pengalaman, opini, atau kejadian yang pernah dialami dapat memperkuat ingatan.
Semakin relevan secara emosional, semakin kuat pula jejak memorinya.
7. Ulangi dengan cara yang tepat
Mengulang bacaan tidak selalu berarti membaca ulang dari awal. Cobalah mengingat kembali poin-poin penting terlebih dahulu, lalu periksa apakah sudah sesuai.
Cara ini membantu memperkuat ingatan secara bertahap dan lebih efektif.
Di tengah derasnya arus informasi saat ini, kemampuan mengingat apa yang dibaca menjadi keterampilan penting. Hal ini tidak hanya berguna dalam proses belajar, tetapi juga membantu dalam mengambil keputusan sehari-hari.
Jika Anda sering lupa setelah membaca, kemungkinan besar bukan karena kemampuan yang kurang, melainkan strategi membaca yang belum tepat. Dengan pendekatan yang lebih aktif dan terarah, informasi yang dibaca bisa tersimpan lebih lama dalam ingatan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















