
BOGORTODAY.COM – Menopause membawa perubahan besar pada tubuh dan hormon wanita, terutama bagi mereka yang berusia sekitar 45 tahun. Perubahan hormonal ini, menurut pakar kesehatan, dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak di hati lebih cepat dibanding sebelumnya.
Proses menopause dan perubahan hormone
Menopause ditandai dengan berhentinya menstruasi secara permanen, biasanya terjadi antara usia 45–55 tahun. Transisi menuju menopause, yang dikenal sebagai perimenopause, menimbulkan perubahan hormon signifikan, khususnya penurunan kadar estrogen.
Menurut Kanaga Laksmi, konsultan senior obstetri dan ginekologi, estrogen memiliki peran penting dalam metabolisme dan distribusi lemak tubuh.
Saat kadar estrogen menurun, lemak yang sebelumnya banyak berada di pinggul dan paha akan bergeser ke area visceral, yaitu sekitar perut dan organ dalam. Pergeseran ini meningkatkan resistensi insulin dan mendorong pengendapan lemak di hati.
“Inilah sebabnya risiko perlemakan hati meningkat tajam pada wanita selama perimenopause dan setelah menopause,” jelas Laksmi.
Perlemakan hati: Nyaris tanpa gejala
Perlemakan hati, baik yang disebabkan alkohol maupun non-alkohol, adalah kondisi akumulasi lemak berlebih di hati. Pada tahap awal, penyakit ini jarang menimbulkan gejala, sehingga sering tidak terdeteksi. Tanpa penanganan, kondisi ini bisa berkembang menjadi fibrosis, sirosis, atau bahkan kanker hati.
Sebelum menopause, wanita relatif terlindungi oleh estrogen, sehingga risiko perlemakan hati lebih rendah dibanding pria. Setelah menopause, perlindungan ini hilang, membuat wanita berusia 45 tahun lebih rentan.
Beberapa indikator dini yang perlu diperhatikan meliputi:
- Lingkar perut yang meningkat meski berat badan stabil
- Kelelahan berkepanjangan
- Peningkatan ringan enzim hati
- Riwayat PCOS, diabetes, atau kolesterol tinggi
Pencegahan dan gaya hidup sehat
Laksmi menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui gaya hidup sehat, termasuk:
- Diet seimbang tinggi protein
- Strength training dan olahraga aerobik rutin, tidak hanya jalan kaki
- Menjaga berat badan ideal
- Tidur cukup dan manajemen stres
- Pemeriksaan kesehatan rutin
Dengan perhatian terhadap gaya hidup dan deteksi dini, risiko perlemakan hati pada wanita pasca-menopause bisa ditekan.
Perubahan hormon memang alami, tetapi langkah preventif tetap krusial untuk menjaga kesehatan hati dan metabolisme tubuh.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















