
Selain GOM, rapat tersebut juga membahas kelanjutan pembangunan tahap dua di kawasan GOR Pajajaran. Fajar memberikan apresiasi atas langkah antisipatif Kadispora Kota Bogor yang secara pribadi berencana mengadakan karpet anti-slip untuk area tertentu.
“Ada pembangunan tahap dua yang masih kurang, seperti karpet anti-slip. Pak Kadis menyampaikan akan membeli secara pribadi untuk beberapa meter guna menghindari kecelakaan dan sebagai bentuk antisipasi. Kami mengapresiasi hal ini, namun tetap berharap Dispora lebih baik lagi ke depan dalam melayani aspirasi dan keluhan masyarakat,” tambahnya.
Penjelasan Teknis Dispora
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menjelaskan bahwa faktor cuaca ekstrem dan ketiadaan anggaran pemeliharaan menjadi penyebab utama kerusakan sejumlah fasilitas.
“Ada dua penyebab, pertama memang terjadi bencana, dibuktikan dengan laporan BPBD mengenai pohon tumbang di beberapa titik dan rubuhnya pagar. Kedua, terkait pipa penyangga pagar yang lubangnya terbuka karena tidak ada anggaran pemeliharaan. Hal ini menyebabkan air hujan masuk, memicu korosi, dan akhirnya merusak struktur,” jelas Anas.
Terkait kekurangan fasilitas split cutter di GOR Pajajaran, Anas menyatakan akan mencari solusi melalui jalur mandiri maupun kolaborasi pihak ketiga.
“Kami akan cari, mungkin bisa dari uang pribadi saya atau pelaksana lama, maupun dari sponsor pihak ketiga. Harganya sekitar Rp6 juta, insyaallah akan kita usahakan agar hasilnya bagus untuk tahap dua nanti,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















