BOGORTODAY.COM – Guru honorer di Kabupaten Bogor, Jawa Barat mempertanyakan pengadaan 25 unit motor listrik yang diperuntukkan bagi pegawai program Makan Bergizi Gratis (MBG). Fasilitas itu dinilai menggambarkan ketimpangan kesejahteraan yang selama ini dirasakan para tenaga pendidik.
Ketua Persatuan Guru Honorer (PGH) Kabupaten Bogor, Halim Sahabudin, menilai pegawai yang direkrut untuk program MBG mendapat perlakuan istimewa dibandingkan tenaga pendidik yang selama ini mengabdi tanpa kepastian kesejahteraan.
“Contoh pengadaan mobil-mobil yang MBG sendiri, itu dapat itu juga. Insentif juga. Bahkan semestinya terlalu diistimewakan,” kata Halim, Rabu (8/4/2026).
Menurut Halim, pengadaan fasilitas untuk pegawai program MBG itu terasa menyakitkan di tengah harapan para guru yang masih menunggu perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan tenaga pendidik.
“Kalau kami sendiri, selaku pendidik sekaligus pengajar, ya cemburu. Kita ini yang benar-benar pahlawan tanpa tanda jasa, tapi abai menurut saya,” ujarnya.
Halim mengungkapkan, para guru honorer kerap menghadapi hambatan birokrasi dalam mengakses dana sertifikasi. Kondisi itu, kata dia, mempertegas kesenjangan kesejahteraan yang dinilai sudah sangat jauh antara tenaga pendidik dan pegawai program pemerintah lainnya.
Ia pun menuntut evaluasi atas kebijakan pengadaan motor listrik tersebut. Halim juga menyinggung sikap sebagian anggota DPR saat pihaknya mengajukan audiensi terkait nasib guru honorer.
“Bahasanya ada seperti itu juga. Jangan banyak menuntut, katanya,” tutup Halim.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















