Kontroversi Promosi Film Aku Harus Mati, Produser Sampaikan Penyesalan

Di sisi lain, tim produksi menegaskan bahwa seluruh materi promosi telah melalui proses evaluasi resmi dari lembaga terkait sebelum dipublikasikan. Mereka menyebut telah mendapatkan persetujuan dari Lembaga Sensor Film serta Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Karena itu, tim memilih untuk tidak bersikap reaktif terhadap kritik yang berkembang di masyarakat. Iwet menilai bahwa merespons secara terburu-buru justru berpotensi menimbulkan kesalahan baru, terutama di tengah dinamika perbincangan di media sosial.

BACA JUGA :  Ketua DPRD Kota Bogor Jadi Khotib Idul Adha 1447 H, Ajak Jamaah Teladani Nabi Ibrahim AS

Sementara itu, pemerintah daerah juga mengambil langkah tegas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui dinas terkait menertibkan sejumlah banner iklan film tersebut di beberapa titik. Penertiban dilakukan setelah adanya laporan warga yang merasa terganggu dengan visual promosi yang dinilai terlalu menyeramkan.

Langkah ini melibatkan beberapa instansi seperti Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik DKI Jakarta serta Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta untuk memastikan ruang publik tetap nyaman bagi masyarakat.

BACA JUGA :  Satu Rumah Ludes Terbakar di Ciampea, Tidak Ada Korban Jiwa

Kontroversi ini menjadi pengingat bagi industri perfilman bahwa strategi promosi tidak hanya soal menarik perhatian, tetapi juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap publik luas, terutama ketika ditampilkan di ruang terbuka.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================