BOGORTODAY.COM – Polemik terkait promosi film Aku Harus Mati akhirnya mendapat tanggapan langsung dari pihak produksi. Iwet Ramadhan sebagai perwakilan tim menyampaikan penyesalan atas strategi promosi yang dinilai kurang tepat dan menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
Kontroversi ini bermula dari pemasangan poster film di sejumlah billboard di wilayah Jakarta. Visual yang ditampilkan dianggap terlalu ekstrem, sehingga menuai kritik dari publik karena dinilai mengganggu, bahkan tidak ramah bagi anak-anak.
Iwet mengungkapkan bahwa pihak rumah produksi sangat memperhatikan berbagai reaksi yang muncul. Ia menyatakan bahwa tim memahami keresahan masyarakat dan menyesalkan dampak yang ditimbulkan dari materi promosi tersebut, khususnya yang ditampilkan di ruang publik.
Sebagai langkah responsif, pihak produksi langsung melakukan penyesuaian dengan mencopot seluruh materi promosi berupa baliho dan billboard. Tercatat, ada sekitar 36 titik pemasangan di berbagai kota besar di Indonesia yang telah diturunkan sejak awal April.
Menurut Iwet, penurunan materi promosi sebenarnya sudah sesuai dengan jadwal kampanye yang telah direncanakan sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa masa penayangan billboard memang dijadwalkan berakhir pada 5 April, setelah sebelumnya dipasang usai gala premiere pada akhir Maret.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata karena tekanan publik. Pihaknya juga ingin memastikan bahwa tahapan promosi berjalan sesuai rencana menuju fase berikutnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















