Waspada Overparenting: Saat Perhatian Berlebihan Justru Menghambat Anak

Overparenting
Waspada Overparenting: Saat Perhatian Berlebihan Justru Menghambat Anak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Memberikan perhatian kepada anak memang sangat penting, tetapi terlalu berlebihan bisa berisiko. Fenomena ini dikenal sebagai overparenting, yaitu gaya pengasuhan yang melibatkan keterlibatan dan perlindungan berlebih dari orang tua.

Menurut Meredith Elkins, psikolog klinis dan pengajar di Harvard Medical School, overparenting dapat menghambat perkembangan emosional anak.

Orang tua yang overparenting memberi sinyal bahwa dunia ini tidak aman dan anak tidak mampu menghadapi tantangan sendiri. Dampaknya, kepercayaan diri anak bisa menurun, ketergantungan meningkat, dan kecemasan bertambah,” tulis Elkins di CNBC Make It.

BACA JUGA :  Ghana Taklukkan Panama, Persaingan Grup L Piala Dunia 2026 Kian Memanas

Ciri-ciri Orang Tua yang Melakukan Overparenting

Orang tua seringkali tidak menyadari perilaku overparenting mereka. Berikut tanda-tandanya:

  1. Menyelesaikan masalah anak sendiri

Orang tua yang terbiasa memecahkan kesulitan anak secara langsung justru mengurangi kemampuan anak untuk berpikir mandiri. Sebaiknya, biarkan anak mencoba terlebih dahulu, dan tanyakan ide mereka sebelum memberi solusi.

  1. Melindungi anak dari perasaan negative
BACA JUGA :  Persikabo All Star Tantang PSB Bogor di Laga Derby HJB ke-544

Menghindarkan anak dari kekecewaan atau kesedihan bisa menghambat kemampuan mereka menghadapi emosi. Normalisasikan perasaan negatif dan beri tahu anak bahwa mereka mampu mengatasinya.

  1. Menganggap anak rapuh

Orang tua yang terlalu protektif sering menurunkan ekspektasi anak, sehingga anak merasa tidak mampu menghadapi tantangan.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================