Waspada Overparenting: Saat Perhatian Berlebihan Justru Menghambat Anak

Overparenting
Waspada Overparenting: Saat Perhatian Berlebihan Justru Menghambat Anak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Memberikan perhatian kepada anak memang sangat penting, tetapi terlalu berlebihan bisa berisiko. Fenomena ini dikenal sebagai overparenting, yaitu gaya pengasuhan yang melibatkan keterlibatan dan perlindungan berlebih dari orang tua.

Menurut Meredith Elkins, psikolog klinis dan pengajar di Harvard Medical School, overparenting dapat menghambat perkembangan emosional anak.

Orang tua yang overparenting memberi sinyal bahwa dunia ini tidak aman dan anak tidak mampu menghadapi tantangan sendiri. Dampaknya, kepercayaan diri anak bisa menurun, ketergantungan meningkat, dan kecemasan bertambah,” tulis Elkins di CNBC Make It.

Ciri-ciri Orang Tua yang Melakukan Overparenting

Orang tua seringkali tidak menyadari perilaku overparenting mereka. Berikut tanda-tandanya:

  1. Menyelesaikan masalah anak sendiri
BACA JUGA :  Dampak Bentakan pada Anak yang Sering Diabaikan Orang Tua, Bisa Pengaruhi Mental hingga Dewasa

Orang tua yang terbiasa memecahkan kesulitan anak secara langsung justru mengurangi kemampuan anak untuk berpikir mandiri. Sebaiknya, biarkan anak mencoba terlebih dahulu, dan tanyakan ide mereka sebelum memberi solusi.

  1. Melindungi anak dari perasaan negative

Menghindarkan anak dari kekecewaan atau kesedihan bisa menghambat kemampuan mereka menghadapi emosi. Normalisasikan perasaan negatif dan beri tahu anak bahwa mereka mampu mengatasinya.

  1. Menganggap anak rapuh

Orang tua yang terlalu protektif sering menurunkan ekspektasi anak, sehingga anak merasa tidak mampu menghadapi tantangan.

Evaluasi risiko sebenarnya dan berikan dukungan yang mendorong kemandirian, bukan perlindungan berlebihan.

  1. Terlalu fokus pada hasil, bukan proses
BACA JUGA :  Disegel Kejagung, Gudang Motor Listrik BGN di Sentul Bogor Terpantau Aktif

Overparenting sering menekankan pencapaian akhir, misalnya nilai akademik, sehingga anak kehilangan kesempatan belajar dari kegagalan. Biarkan anak mengalami proses dan belajar dari kesalahan.

  1. Kecemasan berlebihan pada orang tua

Ketakutan orang tua terhadap kegagalan atau konflik sosial anak bisa membuat mereka terlalu campur tangan.

Penting untuk menahan diri dan membiarkan anak menghadapi masalah sendiri agar kemampuan menyelesaikan masalah berkembang.

Kunci Menghindari Overparenting

Elkins menekankan pentingnya keseimbangan: bimbing anak tanpa mengendalikan, dukung tanpa menyelamatkan, dan latih sambil tetap percaya pada kemampuan mereka.

Anak membutuhkan ruang untuk belajar dari kegagalan dan pengalaman langsung, agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh dan mandiri.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================