BOGORTODAY.COM – Situasi di Lebanon memanas setelah serangkaian serangan yang dilaporkan dilakukan oleh Israel menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 182 orang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Beirut.
Selain korban tewas, sekitar 890 orang lainnya mengalami luka-luka dalam insiden yang terjadi pada Rabu (8/4/2026). Pihak kementerian menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan pembaruan data di lapangan.
Sebagai respons atas tragedi tersebut, Perdana Menteri Nawaf Salam menetapkan Kamis (9/4/2026) sebagai hari berkabung nasional. Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghormatan terhadap para korban yang meninggal maupun yang terluka akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, pemerintah menyebut hari berkabung ini ditujukan untuk mengenang para korban sipil yang terdampak. Pemerintah juga menginstruksikan penutupan kantor-kantor pemerintahan serta pengibaran bendera setengah tiang di seluruh negeri.
Di sisi lain, Nawaf Salam menyatakan bahwa pemerintah Lebanon tengah melakukan langkah-langkah diplomatik untuk merespons situasi ini. Ia menegaskan upaya untuk mengerahkan berbagai jalur politik dan diplomasi guna menghentikan eskalasi kekerasan yang terjadi.
Peristiwa ini semakin menambah ketegangan di kawasan dan memicu perhatian internasional terhadap kondisi keamanan serta keselamatan warga sipil di Lebanon.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















