
Lokasi dan Jalannya Perang
Dalam Shahih Muslim, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa perang besar ini akan berlangsung di wilayah al-A’maq atau Dabiq, dekat kota Halab di Syam. Pasukan Muslimin yang berangkat dari Damaskus terdiri dari orang-orang pilihan dan terbaik dari berbagai negeri.
Ketika pasukan bertemu, kaum Romawi menyatakan ingin menghadapi orang-orang yang pernah ditawan Muslim sebelumnya. Namun, pasukan Muslimin menolak, menjaga keselamatan rekan mereka. Pertempuran pun berlangsung:
- Sepertiga pasukan awal kalah dan mundur, dan Allah menolak taubat mereka.
- Sepertiga berikutnya gugur sebagai syuhada terbaik di sisi Allah.
- Sepertiga terakhir berhasil meraih kemenangan dan harta rampasan perang.
Setelah itu, pasukan Muslimin menaklukkan Konstantinopel. Dalam riwayat, mereka sempat menggantung pedang pada ranting pohon zaitun untuk membagi harta perang, tetapi setan menipu mereka dengan teriakan bahwa Dajjal telah muncul. Kebenarannya, Dajjal baru muncul ketika pasukan sampai di Syam.
Pertemuan dengan Nabi Isa AS
Setelah menaklukkan Konstantinopel dan bersiap menghadapi Dajjal, pasukan Muslimin menyusun barisan untuk shalat. Pada momen ini, Nabi Isa ibn Maryam AS turun ke bumi, menandai tahap berikutnya dalam peristiwa akhir zaman. (HR Muslim)
Malhamah Al-Kubra menjadi salah satu tanda besar menjelang kiamat dalam Islam. Perang ini bukan hanya soal konflik militer, tetapi juga sebagai simbol kemenangan kebenaran, ujian kesabaran, dan persiapan menghadapi fitnah terbesar, yaitu kemunculan Dajjal. Riwayat ini menekankan pentingnya keteguhan iman dan persatuan umat Muslim dalam menghadapi ujian besar akhir zaman.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















