BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Upaya Tekan Lonjakan Kasus di Indonesia

BPOM
Ilustrasi Vaksin. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memperluas izin penggunaan vaksin campak bagi kelompok usia dewasa. Kebijakan ini diambil sebagai langkah strategis untuk menekan penyebaran campak yang kembali meningkat di sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menyampaikan bahwa kebijakan ini menjadi perubahan penting dalam pendekatan vaksinasi nasional yang sebelumnya lebih berfokus pada anak-anak.

Berdasarkan Kajian Ilmiah dan Konsultasi Global

Taruna menegaskan bahwa keputusan tersebut telah melalui proses panjang dan tidak diambil secara terburu-buru. BPOM melakukan analisis menyeluruh, termasuk konsultasi dengan World Health Organization serta melibatkan komite ahli nasional.

BACA JUGA :  7 Minuman Sebelum Tidur yang Ampuh Membakar Lemak

Evaluasi terhadap data uji klinis berbagai jenis vaksin campak juga menjadi dasar utama sebelum akhirnya izin penggunaan diperluas untuk kelompok dewasa berisiko.

Fokus pada Kelompok Berisiko Tinggi

Langkah ini diambil seiring meningkatnya kasus campak yang kini tidak hanya menyerang anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Kelompok dengan risiko tinggi, seperti tenaga kesehatan, menjadi prioritas dalam program vaksinasi ini.

BACA JUGA :  Turun Berat Badan Secara Instan Belum Tentu Sehat, Dokter Ungkap Risiko yang Mengintai

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan menetapkan puluhan ribu tenaga medis dan ratusan ribu tenaga kesehatan sebagai sasaran utama. Selain itu, dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani program internship juga akan mendapatkan vaksin.

Lonjakan Kasus di Daerah

Kebijakan ini hadir di tengah meningkatnya kasus campak di berbagai daerah. Di Sulawesi Selatan, misalnya, tercatat ratusan kasus hingga awal April 2026.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================