
BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempertegas komitmennya dalam melakukan pembenahan menyeluruh di seluruh wilayah guna mewujudkan program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Langkah ini selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya perbaikan lingkungan mulai dari tingkat desa hingga perkotaan.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin, Pemkot Bogor secara konsisten menertibkan bangunan liar yang memakan badan jalan serta PKL yang menutupi saluran drainase. Selain memicu banjir, aktivitas tersebut menjadi penyumbang tumpukan sampah di jalur pedestrian.
“Rencana penertiban di Kota Bogor tidak akan berhenti. Ini akan dilanjutkan ke titik lain yang memerlukan sentuhan, karena masih banyak yang belum memahami bahwa langkah ini diambil untuk mengembalikan ketertiban dan keindahan kota sesuai harapan masyarakat,” ujar Dedie Rachim saat melakukan sidak di kawasan Alun-alun Kota Bogor, pada Kamis (9/4/2026).
Relokasi dan Dampak Signifikan terhadap Sampah
Sebagai solusi jangka panjang, PKL yang selama ini menempati trotoar secara bertahap direlokasi ke pasar-pasar resmi, seperti Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Pemkot juga memperketat pengawasan terhadap angkutan sayur dan buah yang melakukan bongkar muat di kawasan Jalan Roda, Pedati, hingga Lawang Suryakencana, dengan mengarahkan seluruh aktivitas distribusi ke area pasar.
Upaya tegas ini membuahkan hasil signifikan terhadap kebersihan kota. Volume sampah harian di area-area tersebut dilaporkan turun drastis, dari semula mencapai 20 hingga 30 ton per hari, kini berkurang menjadi sekitar 10 ton per hari.
Memutus Sumber Pelanggaran dari Hulu
Strategi penertiban kini dilakukan dengan pendekatan dari hulu ke hilir untuk mencegah praktik ‘kucing-kucingan’ antara petugas dan pedagang. Salah satu langkah krusial yang diambil adalah memutus sumber daya yang mendukung aktivitas ilegal tersebut.
“Sejak Pak Wakil menemukan adanya penggunaan listrik ilegal di Jalan Mayor Oking, itu langsung kami putus. Kami juga menyisir suplai logistik atau barang ke PKL,” tegas Dedie.
Menurutnya, dengan menyisir sumber listrik dan suplai barang ilegal, kinerja petugas di lapangan menjadi lebih efektif. “Kami sisir sumbernya agar Kota Bogor lebih cepat tertib, resik, dan indah,” pungkasnya.
Bagi HalamanEditor : Aditya Nugraha
Sumber : Diskominfo Kota Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















