Strategi Baru Jepang Menghadapi Lonjakan Wisatawan Global

Selain pajak keberangkatan, Jepang juga memperluas kebijakan pajak hotel yang dikelola oleh pemerintah daerah. Berbeda dengan pajak nasional, besaran pajak ini bervariasi tergantung wilayah dan harga penginapan.

Secara umum, tarif berkisar antara 100 hingga 500 yen per orang per malam. Namun, beberapa daerah mulai menerapkan pendekatan yang lebih spesifik. Di Hokkaido, misalnya, pajak disesuaikan dengan harga kamar, sementara Hiroshima memanfaatkan pungutan ini untuk mendukung pengembangan fasilitas wisata.

Wilayah lain seperti Miyagi Prefecture, Sendai, Gifu, hingga Yugawara juga mulai menerapkan kebijakan serupa. Bahkan, Okinawa tengah merancang pajak tambahan berbasis persentase dari total biaya menginap.

BACA JUGA :  HJB Run 2026 Meriah! 200 Pelari Warnai Peresmian JPO Tegar Beriman di Kabupaten Bogor

Kyoto dan Langkah Tegas Mengatasi Overtourism

Di antara berbagai wilayah, Kyoto menjadi yang paling agresif dalam menerapkan kebijakan pajak akomodasi. Sejak 2026, kota ini menetapkan tarif pajak yang jauh lebih tinggi, terutama untuk hotel kelas menengah hingga mewah, yang bisa mencapai ribuan yen per malam.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tekanan besar di kawasan bersejarah, seperti distrik Gion. Kepadatan wisatawan di area ini sering menimbulkan masalah, mulai dari jalan yang sesak hingga perilaku wisatawan yang kurang menghormati norma lokal.

Pemerintah kota berharap kebijakan ini dapat membantu membiayai pelestarian budaya, memperbaiki infrastruktur, serta menjaga kualitas hidup warga setempat.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Dampak bagi Wisatawan dan Arah Baru Pariwisata Jepang

Bagi wisatawan, tambahan biaya ini mungkin tidak terlalu signifikan untuk perjalanan singkat. Namun, bagi mereka yang berencana melakukan perjalanan panjang atau menginap di hotel mewah, akumulasi biaya bisa menjadi lebih terasa.

Lebih dari sekadar kebijakan fiskal, langkah ini mencerminkan perubahan arah pariwisata Jepang. Fokusnya kini bergeser dari sekadar meningkatkan jumlah kunjungan menjadi menciptakan pengalaman wisata yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.

Dengan pendekatan ini, Jepang berupaya menjaga identitas budayanya tetap lestari di tengah arus globalisasi yang semakin deras.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================