Blokade Selat Hormuz oleh AS Dinilai Picu Gejolak Global, Indonesia Berpotensi Terdampak

Lebih jauh, ia menilai kebijakan yang diambil pemerintahan Donald Trump merupakan bagian dari strategi diplomasi koersif untuk menekan Iran. Namun, efektivitas langkah tersebut sangat bergantung pada durasi penerapannya.

Menurutnya, semakin lama blokade berlangsung, semakin besar pula risiko dampak balik yang harus ditanggung oleh Amerika Serikat sendiri, baik dari sisi ekonomi maupun dukungan domestik terhadap pemerintahannya.

Sementara itu, militer AS dilaporkan telah mulai menerapkan blokade terhadap kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran, baik di kawasan Teluk Persia maupun Teluk Oman. Kebijakan ini mencakup kapal dari berbagai negara.

BACA JUGA :  Pemkab Bogor Hibahkan Tanah ke Paspampres, Langkah Nyata Dukung Kesejahteraan Prajurit Pengawal Presiden

Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump menyebut langkah tersebut sebagai upaya untuk menekan Iran agar membuka kembali akses di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan satu negara mengganggu stabilitas perdagangan global.

BACA JUGA :  Resep Tomyam Seafood Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Makan Siang

Trump juga mengeluarkan peringatan keras terhadap kapal militer Iran yang mencoba mendekati area blokade. Ia menegaskan bahwa setiap ancaman akan ditindak tegas.

Langkah ini diambil setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan, sehingga meningkatkan ketegangan di kawasan yang sejak lama menjadi titik rawan konflik tersebut.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================