Diabetes Bisa Ancam Penglihatan, Kerusakan Mata Sering Tak Disadari Sejak Awal

Diabetes
Ilustrasi Sakit Mata. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Diabetes tidak hanya berkaitan dengan tingginya kadar gula dalam darah. Penyakit ini juga dapat menimbulkan komplikasi serius pada berbagai organ tubuh, termasuk mata, yang kerap tidak disadari hingga kondisinya sudah cukup parah.

Dokter spesialis mata dari Eka Hospital Permata Hijau, Dearaini, menjelaskan bahwa mata menjadi salah satu organ yang rentan terdampak karena memiliki jaringan pembuluh darah yang sangat kecil dan sensitif. Ketika kadar gula darah tidak terkontrol, pembuluh darah tersebut dapat mengalami kerusakan.

Menurutnya, gula darah yang tinggi dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk mata. Kerusakan yang terjadi pada pembuluh darah mata dapat memicu gangguan serius, seperti perdarahan di dalam bola mata.

Salah satu komplikasi yang paling umum adalah Retinopati diabetik, yaitu kondisi ketika retina—bagian mata yang berfungsi menangkap cahaya—mengalami kerusakan akibat diabetes. Tingkat keparahan penyakit ini sangat bervariasi dan dapat berkembang secara bertahap.

BACA JUGA :  Kumpulan Doa Agar Hutang Cepat Lunas dan Rezeki Lancar, Amalkan dengan Ikhtiar

Pada tahap awal, gejalanya sering kali ringan, seperti munculnya titik-titik perdarahan kecil atau perubahan halus pada jaringan saraf mata. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi lebih serius.

Dalam tahap lanjut, tubuh bisa membentuk pembuluh darah baru yang rapuh. Pembuluh darah ini mudah pecah dan menyebabkan perdarahan yang lebih luas di dalam mata, sehingga berisiko mengganggu penglihatan secara signifikan.

Selain itu, diabetes juga dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian tengah retina yang dikenal sebagai Makula. Jika terjadi pembengkakan atau edema pada area ini, kemampuan melihat dengan jelas bisa menurun drastis, bahkan berujung pada kehilangan penglihatan.

Penanganan kondisi ini bergantung pada tingkat keparahannya. Pada kasus tertentu, dokter dapat memberikan terapi suntikan obat untuk mengurangi pembengkakan. Sementara pada kondisi yang masih lebih ringan, terapi laser dapat digunakan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Namun, pengobatan tidak akan efektif tanpa pengendalian kadar gula darah yang baik. Jika gula darah tetap tinggi, kerusakan pada mata dapat terus berlanjut meskipun sudah mendapatkan terapi.

Tak hanya itu, penderita diabetes juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami Katarak di usia yang lebih muda. Kondisi ini menyebabkan lensa mata menjadi keruh sehingga menghambat masuknya cahaya dan mengganggu penglihatan.

Jika tidak ditangani dengan tepat, berbagai komplikasi tersebut dapat berujung pada kebutaan, terutama ketika kerusakan sudah mencapai tahap lanjut.

Karena itu, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting bagi penderita diabetes. Deteksi dini menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi yang lebih serius dan menjaga kualitas penglihatan tetap optimal.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================