
Risiko pada Pasien Diabetes dan Penyakit Jantung
Kelompok pasien dengan penyakit penyerta seperti diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala yang tidak khas. Pada penderita diabetes, kerusakan saraf atau neuropati dapat membuat gejala klasik serangan jantung, seperti nyeri dada, menjadi tidak terasa jelas.
Giovanno Rachmanda Maulana menjelaskan bahwa pada kondisi tersebut, tubuh bisa menunjukkan tanda bahaya melalui organ lain yang masih responsif, seperti sistem pencernaan.
Tidak jarang, pasien datang dengan keluhan diare, namun setelah pemeriksaan lanjutan justru ditemukan adanya gangguan pada jantung melalui pemeriksaan seperti EKG.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Diare yang berkaitan dengan gangguan jantung biasanya tidak berdiri sendiri. Kondisi ini umumnya disertai tanda lain seperti:
- Rasa nyeri atau tekanan di dada
- Nyeri yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung
- Keringat dingin
- Pusing atau lemas
- Sesak napas
Jika diare muncul tiba-tiba tanpa penyebab jelas, misalnya bukan karena makanan atau infeksi, dan disertai gejala di atas, maka segera mencari pertolongan medis sangat disarankan.
Tidak Semua Diare Berbahaya
Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa sebagian besar kasus diare tetap disebabkan oleh gangguan pencernaan biasa, seperti infeksi atau makanan yang tidak cocok.
Namun, menurut Giovanno Rachmanda Maulana, gejala ini tetap perlu diwaspadai jika muncul bersamaan dengan tanda-tanda yang tidak biasa.
“Tidak semua diare berkaitan dengan serangan jantung, tetapi dalam kondisi tertentu bisa menjadi sinyal awal yang tidak boleh diabaikan,” demikian penjelasannya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















