
Meski ada pembicaraan mengenai potensi gencatan senjata, kondisi di lapangan dinilai masih belum stabil. Para analis menilai pasar minyak saat ini masih sangat sensitif terhadap setiap perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi distribusi energi global.
Risiko Pasokan dan Kebijakan Sanksi
Kekhawatiran pasokan juga meningkat setelah pemerintah AS memutuskan tidak memperpanjang sejumlah pengecualian sanksi terkait ekspor minyak Iran di laut yang akan segera berakhir. Kebijakan serupa juga sebelumnya diberlakukan terhadap minyak Rusia yang kini telah habis masa dispensasinya.
Situasi ini membuat pelaku pasar terus memantau potensi gangguan pasokan yang dapat memengaruhi keseimbangan harga minyak dunia dalam jangka pendek.
Fokus Pasar Menunggu Data Persediaan AS
Di sisi lain, investor kini menantikan rilis data resmi persediaan minyak mentah Amerika Serikat dari Energy Information Administration (EIA). Laporan tersebut dijadwalkan keluar pada pukul 10.30 waktu setempat atau 21.30 WIB.
Berdasarkan proyeksi awal, persediaan minyak mentah AS diperkirakan mengalami kenaikan tipis, sementara stok bensin dan produk olahan lainnya justru berpotensi menurun.
Dengan kondisi geopolitik yang masih dinamis dan data fundamental yang segera dirilis, pergerakan harga minyak diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















