
Hasil kegiatan di lapangan akan ditindaklanjuti melalui kajian yustisi untuk melihat aspek penegakan Peraturan Daerah (Perda), termasuk kemungkinan pemberian sanksi bagi pelanggaran yang ditemukan.
Rencananya kegiatan dijalankan tidak terlalu luas, melainkan fokus pada titik-titik rawan pungli yang menjadi perhatian publik, seperti kawasan wisata Puncak dan kawasan lingkar Stadion Pakansari. Ia juga menyoroti persoalan lain di kawasan tersebut, seperti maraknya kehilangan kendaraan di area parkir.
Pada rapat tersebut, Wakapolres Bogor, Kompol Rizka Fadhila menegaskan pentingnya gerak cepat dan sinergi antar instansi guna merespons berbagai isu pungli yang berkembang di tengah masyarakat. Tim dibentuk untuk memastikan penanganan pungli dilakukan secara terpadu.
Agenda awal difokuskan pada pemetaan kekuatan personel, pembagian tugas yang jelas, serta penentuan langkah cepat yang dapat segera dilaksanakan. Menurutnya, aksi lapangan harus segera dilakukan agar tidak kehilangan momentum.
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bogor, Ferdinando Selmi Pardede, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh upaya pembentukan tim lintas instansi sebagai langkah konkret mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan partisipasi masyarakat, kami optimistis praktik pungutan liar dapat ditekan serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik semakin meningkat,” ujar Ferdiando.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















