Kenaikan Harga Plastik Jadi Momentum Beralih ke Kemasan Ramah Lingkungan

Harga Plastik
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM – Ketua DPR RI Puan Maharani menilai kenaikan harga plastik yang mencapai 30 hingga 80 persen dapat menjadi peluang untuk mempercepat peralihan ke kemasan yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, kondisi ini bisa dimanfaatkan terutama oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk kembali menggunakan bahan kemasan berbasis alam.

Ia menyebutkan bahwa meskipun plastik masih banyak digunakan karena praktis, dampak lingkungannya tidak bisa diabaikan. Karena itu, lonjakan harga plastik dinilai bisa menjadi dorongan menuju penerapan ekonomi yang lebih hijau.

Tekanan Industri Akibat Kenaikan Harga Plastik

Kenaikan harga plastik disebut dipicu oleh gangguan rantai pasok global akibat situasi geopolitik. Ketergantungan industri dalam negeri terhadap bahan baku impor yang mencapai sekitar 60 persen turut memperburuk kondisi, khususnya bagi pelaku usaha kecil di sektor makanan dan minuman.

Banyak pelaku UMKM kini menghadapi tekanan biaya produksi yang meningkat, sementara margin keuntungan mereka relatif terbatas. Kondisi ini membuat mereka harus mencari alternatif kemasan yang lebih terjangkau.

Dorongan Kembali ke Kearifan Lokal

Puan menyoroti bahwa penggunaan kemasan berbahan alami sebenarnya bukan hal baru di Indonesia. Di berbagai daerah, masyarakat sudah lama memanfaatkan daun sebagai pembungkus makanan.

BACA JUGA :  Jenal Mutaqin Ajak Warga Manfaatkan Program Sunat Gratis di Puskesmas se-Kota Bogor

Contohnya, di Jawa Tengah, makanan tradisional seperti nasi liwet, gudeg, hingga mi lethek kerap dibungkus menggunakan daun. Begitu pula dengan makanan seperti lontong dan lemper yang menggunakan daun pisang karena dinilai mampu menjaga kesegaran sekaligus memberikan aroma khas pada makanan.

Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat.

Kemasan Alami Bisa Tingkatkan Nilai Produk

Selain membantu menekan biaya, penggunaan kemasan organik juga dinilai dapat meningkatkan daya tarik produk. Kemasan tradisional dianggap memiliki keunikan tersendiri yang bisa menjadi nilai tambah di mata konsumen.

Dengan pendekatan ini, pelaku usaha tidak hanya terbantu dari sisi ekonomi, tetapi juga berpeluang meningkatkan nilai jual produk mereka melalui konsep yang lebih autentik dan berkelanjutan.

Isu Sampah Plastik Global Jadi Perhatian

Permasalahan plastik juga dikaitkan dengan isu lingkungan global. Data dari United Nations Environment Programme (UNEP) menunjukkan bahwa jutaan ton sampah plastik setiap tahun mencemari perairan dunia, mulai dari sungai hingga lautan.

BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

Situasi ini memperkuat urgensi untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai dan mencari alternatif yang lebih berkelanjutan.

Perubahan Bertahap dan Dukungan Pemerintah

Puan menegaskan bahwa perubahan kebiasaan masyarakat tidak dapat terjadi secara instan. Transisi menuju penggunaan kemasan ramah lingkungan perlu dimulai dari langkah kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di rumah makan atau usaha kuliner.

Ia juga menilai bahwa dukungan pemerintah sangat penting dalam proses ini, baik melalui regulasi, fasilitas pendukung, maupun edukasi kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Kolaborasi lintas kementerian juga dianggap diperlukan, termasuk kementerian terkait lingkungan, perdagangan, pertanian, dan ekonomi kreatif, untuk menghadirkan solusi kemasan alternatif yang terjangkau dan berkelanjutan.

Kenaikan harga plastik dapat menjadi titik balik menuju perubahan pola konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Dengan menghidupkan kembali kemasan berbahan alami serta dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai sekaligus memperkuat ekonomi hijau.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================