
Namun situasi berbeda terjadi di Amerika Serikat. Setelah pemerintah mencabut insentif pajak kendaraan listrik, harga mobil listrik baru menjadi kurang terjangkau bagi sebagian konsumen. Akibatnya, penjualan mobil listrik baru justru mengalami penurunan pada awal 2026.
Meski demikian, pasar mobil listrik bekas justru menunjukkan tren positif. Penjualannya meningkat cukup tajam karena dianggap sebagai solusi yang lebih ekonomis namun tetap efisien dalam penggunaan energi. Hal ini membuat sebagian konsumen memilih alternatif tersebut dibandingkan membeli unit baru.
Perubahan pola konsumsi ini memberikan tantangan baru bagi produsen otomotif. Jika permintaan mobil listrik bekas terus meningkat, maka penjualan mobil baru berpotensi tertekan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, berbagai produsen mulai menerapkan strategi pemasaran yang lebih agresif.
Di Jepang, misalnya, sejumlah produsen kendaraan listrik menawarkan berbagai insentif tambahan untuk menarik minat konsumen. Program seperti pengisian daya gratis dalam jangka waktu tertentu menjadi salah satu strategi yang digunakan untuk meningkatkan daya tarik kendaraan listrik.
Secara keseluruhan, tren global ini menunjukkan bahwa kenaikan harga BBM bukan hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga mempercepat pergeseran industri otomotif menuju kendaraan listrik. Faktor ekonomi kini menjadi salah satu pendorong utama perubahan besar dalam pola konsumsi masyarakat dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















