
BOGORTODAY.COM – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, melakukan pertemuan koordinasi dengan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026).
Pertemuan ini membahas rencana strategis penataan perlintasan sebidang kereta api di Kota Bogor, khususnya di kawasan MA Salmun dan Kebon Pedes.
Rencana Penutupan dan Pembangunan JPO di MA Salmun
Terkait perlintasan kereta api di kawasan MA Salmun, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendorong percepatan penutupan lintasan sebidang. Langkah ini diambil sebagai upaya prioritas untuk meminimalisir risiko kecelakaan dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Sebagai solusi mitigasi mobilitas, Dedie Rachim meminta Kementerian Perhubungan untuk bersinergi dengan Pemkot Bogor dalam merancang pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi akses yang aman bagi masyarakat pejalan kaki setelah perlintasan tersebut ditutup.
Pembangunan Underpass di Kebon Pedes
Sementara itu, untuk kawasan Kebon Pedes, Pemkot Bogor merencanakan pembangunan underpass sebagai solusi permanen mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan keamanan lalu lintas.
Dedie menjelaskan bahwa rencana penutupan perlintasan di titik tersebut sebelumnya pernah diusulkan, namun belum dapat terealisasi karena masih membutuhkan kajian teknis dan komprehensif. Sebagai langkah awal yang konkret, pemerintah akan memprioritaskan proses pembebasan lahan yang terdampak sebelum proyek konstruksi dimulai.
“Penataan perlintasan sebidang ini merupakan bagian dari upaya besar kami dalam meningkatkan keselamatan, mengurangi titik kemacetan, serta mendukung kelancaran mobilitas warga di Kota Bogor,” tegas Dedie.
Bagi HalamanEditor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















