
Gula pasir hampir sepenuhnya terdiri dari karbohidrat, sementara gula aren sedikit lebih “tidak murni” karena masih mengandung air dan mineral. Meski demikian, kandungan kalorinya tetap tinggi dan perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Memang, gula aren memiliki sedikit keunggulan dari sisi kandungan mineral. Namun, jika dilihat dalam konteks konsumsi harian—yang biasanya hanya 1–2 sendok makan—jumlah mineral tersebut menjadi sangat kecil dan tidak memberikan dampak kesehatan yang berarti.
Bagaimana dengan Indeks Glikemik?
Indeks glikemik (IG) sering dijadikan alasan lain untuk menganggap gula aren lebih baik. Secara umum, gula aren memiliki nilai IG yang sedikit lebih rendah dibanding gula pasir. Namun, angka ini tidak selalu konsisten karena bergantung pada jenis dan proses pengolahan.
Dalam praktiknya, perbedaan ini tidak cukup besar untuk memberikan efek signifikan terhadap lonjakan gula darah, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah yang sama. Baik gula aren maupun gula pasir tetap dapat meningkatkan kadar gula darah.
Karena itu, rekomendasi kesehatan global tetap menekankan hal yang sama: semua jenis gula tambahan perlu dibatasi, tanpa memandang sumbernya.
Kunci Utama: Mengontrol Asupan
Alih-alih fokus pada jenis gula, hal yang jauh lebih penting adalah jumlah dan pola konsumsinya. Ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan:
- Gunakan patokan sendok
Satu sendok makan gula setara sekitar 12–15 gram. Idealnya, konsumsi harian tidak lebih dari 2–3 sendok makan dari semua sumber. - Kurangi dari minuman manis
Minuman seperti kopi susu, teh manis, dan minuman kemasan sering menjadi penyumbang gula terbesar. Menguranginya bisa berdampak signifikan. - Waspadai gula tersembunyi
Gula sering muncul dalam bentuk lain pada label makanan, seperti sirup, glukosa, atau sukrosa. Produk seperti saus, yogurt rasa, dan sereal juga bisa mengandung gula tinggi. - Jangan terjebak label “alami”
Mengganti gula pasir dengan gula aren bukan berarti bebas mengonsumsi lebih banyak. - Perhatikan frekuensi konsumsi
Mengonsumsi gula sedikit tapi sering tetap dapat memengaruhi kestabilan gula darah.
Gula aren memang memiliki beberapa perbedaan dibanding gula pasir, seperti kandungan mineral dan indeks glikemik yang sedikit lebih rendah. Namun, perbedaan ini tidak cukup besar untuk membuatnya secara signifikan lebih sehat.
Pada akhirnya, keduanya tetap termasuk gula tambahan yang perlu dibatasi. Label “lebih alami” sering kali hanya memberikan rasa aman semu.
Jadi, bukan soal memilih mana yang lebih baik, melainkan bagaimana mengendalikan konsumsi gula secara keseluruhan agar tetap seimbang dan tidak berlebihan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















