
Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap langkah Amerika Serikat yang dinilai melanggar kesepakatan dengan tetap mempertahankan blokade laut terhadap kapal-kapal Iran.
Di lapangan, militer AS dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang berusaha menembus blokade tersebut. Ketegangan pun meningkat setelah Iran menyatakan tidak akan melanjutkan pembicaraan damai. Bahkan, Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman terkait kemungkinan serangan udara lanjutan.
Para pelaku industri pelayaran kini diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam melintasi Selat Hormuz. Kurangnya jaminan keamanan membuat jalur ini semakin berisiko, meskipun sebelumnya sempat dibuka kembali. Hal ini berpotensi memperpanjang ketidakpastian di pasar energi global.
Data menunjukkan lebih dari 20 kapal sempat melintasi Selat Hormuz dalam satu hari, membawa berbagai komoditas seperti minyak, gas alam cair, logam, dan pupuk.
Jumlah ini menjadi yang tertinggi sejak awal Maret 2026, sekaligus menegaskan betapa vitalnya jalur tersebut bagi kelangsungan pasokan energi dunia.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















