
BOGORTODAY.COM – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mengaku belum mengetahui dan terkejut mengenai insiden air limbah yang mengalir di Sungai Cidurian yang membentang dari dari mulai Kecamatan Cigudeg hingga Jasinga, Kabupaten Bogor.
Air limbah berwarna hitam pekat tersebut bocor pada Kamis (16/4/2026) lalu. Diduga berasal dari pabrik pengolahan hasil buah sawit milik BUMN, yakni PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yang berlokasi di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cigudeg.
Menanggapi hal tersebut, Jaro Ade menyatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan pencemaran tersebut. Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaan milik negara seperti PTPN seharusnya telah memenuhi seluruh ketentuan lingkungan, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sebelum beroperasi.
“Kalau pabrik itu milik BUMN, tentu sejak awal sudah melalui kajian dan aturan yang berlaku. Kita akan lihat kembali dokumen AMDAL-nya,” ujarnya, saat ditanya Bogortoday di Cigudeg, Sabtu (18/4/2026).
Ia juga meminta pihak perusahaan untuk segera mengambil langkah cepat guna mengatasi persoalan tersebut.
Menurutnya, penanganan yang sigap diperlukan agar limbah tidak terus mengalir dan menimbulkan dampak lebih luas, baik terhadap ekosistem sungai maupun kesehatan masyarakat di sekitar aliran sungai.
“Mudah-mudahan tidak berdampak pada kerusakan sungai atau kesehatan warga. Namun, perusahaan harus segera melakukan perbaikan,” kata Jaro Ade.
Terkait kemungkinan sanksi, Pemerintah Kabupaten Bogor belum mengambil keputusan. Jaro Ade menegaskan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu melaporkan temuan ini kepada Bupati Bogor dan melakukan rapat koordinasi lintas instansi.
“Nanti akan dibahas bersama. Kita tidak bisa melihat masalah ini dari satu sisi saja. Harus ada kajian menyeluruh sebelum menentukan langkah, apakah itu imbauan, evaluasi, atau tindakan lainnya,” jelasnya.
Bagi HalamanEditor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















