BOGORTODAY.COM – Mahalul qiyam merupakan salah satu lantunan sholawat yang kerap dibacakan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tradisi ini biasanya dilakukan dengan cara berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah SAW saat nama beliau disebutkan dalam majelis maulid.
Sejarah dan Perkembangan Maulid Nabi
Dalam literatur Wewangian Semerbak dalam Menjelaskan tentang Peringatan Maulid Nabi karya Kholiluttohman, dijelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi mulai berkembang pada awal abad ke-7 Hijriah. Artinya, tradisi ini tidak dilakukan pada masa Nabi Muhammad SAW, para sahabat, maupun generasi salaf.
Namun demikian, para ulama kemudian memandang bahwa peringatan Maulid bukanlah hal yang terlarang. Sebagian ulama menilai bahwa kegiatan tersebut termasuk dalam kategori bid’ah hasanah, yakni inovasi dalam ibadah yang tetap sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan sunnah.
Kedudukan Mahalul Qiyam dalam Sholawat
Dalam buku Love Banget Sama Sholawat karya Kinoysan, dijelaskan bahwa mahalul qiyam pada dasarnya merupakan bagian dari sholawat.
Membaca sholawat memiliki hukum yang bisa berbeda tergantung konteksnya. Dalam salat hukumnya wajib, sedangkan di luar salat umumnya sunnah, seperti pada malam Jumat, setelah azan, atau ketika mendengar nama Nabi Muhammad SAW.
Karena itu, pembacaan sholawat dalam Maulid Nabi termasuk amalan yang sangat dianjurkan sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Pengertian Mahalul Qiyam
Menurut buku Refleksi Kecintaan kepada Rasulullah SAW karya Fatimah Hi Moh Amin Lasawedi, mahalul qiyam merupakan tradisi yang telah mengakar di masyarakat Muslim Indonesia dalam peringatan Maulid Nabi.
Bacaan ini biasanya muncul dalam rangkaian kitab maulid seperti Al-Barzanji, Simthudduror, Ad-Diba’i, dan lainnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















