
Sementara itu, dalam buku Paradigma Pendidikan Praktis dalam Pembelajaran Seni Musik untuk Anak di Sekolah Dasar karya Nur Fajrie dkk, mahalul qiyam juga dikenal dengan sholawat “Ya Nabi Salam ‘Alaika” yang sering dilantunkan dalam berbagai acara keagamaan.
Bacaan Mahalul Qiyam
Berikut adalah bagian dari bacaan mahalul qiyam yang umum dilantunkan:
ﻳَﺎ ﻧَﺒِﻲ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ – ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Arab latin: Yaa nabii salaam ‘alaika, Yaa rasuul salaam ‘alaika
Artinya: “Wahai Nabi, salam sejahtera untukmu. Wahai Rasul, salam sejahtera untukmu.”
ﻳَﺎ ﺣَﺒِﻴﺐْ سَلَاﻡْ ﻋَﻠَﻴْﻚَ – ﺻَﻠَﻮَﺍﺕُ ﺍﻟﻠَّﻪ ﻋَﻠَﻴْﻚَ
Arab latin: Yaa habiib salaam ‘alaika, shalawaatullaah ‘alaika
Artinya: “Wahai kekasih Allah, salam sejahtera untukmu dan sholawat Allah atasmu.”
(…dan seterusnya sesuai rangkaian mahalul qiyam yang dibacakan dalam majelis Maulid Nabi SAW)
Tata Cara Membaca Mahalul Qiyam
Dalam kitab I’anah At-Thalibin Jilid 3 karya Sayyid Abu Bakar Utsman bin Muhammad Zainal Abidin Syatha al-Dimyathi al-Bakri, disebutkan bahwa mahalul qiyam dilakukan dengan cara berdiri ketika lantunan sholawat tertentu dibacakan, khususnya saat menyebutkan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Kebiasaan berdiri ini dipahami sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Rasulullah SAW. Meskipun tidak termasuk kewajiban, banyak ulama menganjurkan praktik ini karena mengandung nilai adab dan kecintaan kepada Nabi.
Mahalul qiyam bukan hanya sekadar tradisi dalam peringatan Maulid Nabi, tetapi juga bentuk ekspresi cinta umat Islam kepada Rasulullah SAW.
Melalui lantunan sholawat ini, umat Muslim diingatkan kembali untuk memperbanyak doa, pujian, dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















