
BOGORTODAY.COM – Selama ini, banyak orang lebih akrab dengan konsep menabung uang atau investasi finansial untuk masa depan.
Namun, ada satu bentuk “investasi” lain yang sering terlupakan, yaitu menjaga kesehatan tulang sejak usia muda atau yang kerap disebut sebagai “menabung tulang”.
Istilah ini merujuk pada upaya membangun kepadatan dan kekuatan tulang sejak dini agar tubuh tetap kuat ketika usia bertambah. Kualitas tulang yang dibentuk di masa muda sangat berpengaruh terhadap kondisi tubuh di masa tua.
Salah satu gangguan yang perlu diwaspadai adalah osteoporosis, yaitu kondisi ketika proses pengeroposan tulang terjadi lebih cepat dibandingkan pembentukan tulang baru. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan mudah patah, bahkan tanpa benturan keras.
Selama ini osteoporosis identik dengan lansia. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini juga dapat muncul lebih awal jika kepadatan tulang tidak terjaga dengan baik sejak muda.
Gejalanya bisa berupa tulang mudah patah, nyeri punggung, perubahan postur menjadi membungkuk, hingga penurunan tinggi badan.
Dalam kondisi tertentu, tulang belakang yang rapuh juga bisa mengalami patah, yang akhirnya mengganggu aktivitas sehari-hari.
Mengacu pada berbagai sumber medis, termasuk Mayo Clinic, risiko osteoporosis memang meningkat seiring bertambahnya usia.
Namun, faktor pemicunya bisa muncul lebih cepat, seperti keturunan, kekurangan kalsium dan vitamin D, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol.
Pada usia muda, risiko ini juga dapat dipicu oleh gangguan makan, penyakit tertentu, hingga penggunaan obat dalam jangka panjang.
Padahal, masa muda adalah periode penting pembentukan massa tulang. Puncak kepadatan tulang biasanya tercapai sekitar usia 30 tahun, sehingga kebiasaan di usia 20-an sangat menentukan kondisi tulang di masa depan.
Cara “Menabung Tulang” Sejak Dini
Meski tidak bisa sepenuhnya dihindari, risiko osteoporosis dapat ditekan dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak muda. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
- Penuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D
Kalsium berperan dalam menjaga kekuatan tulang, sementara vitamin D membantu proses penyerapannya.
Sumber kalsium dapat diperoleh dari susu, keju, sayuran hijau, kacang-kacangan, serta ikan seperti sarden. Vitamin D bisa didapat dari paparan sinar matahari pagi, ikan berlemak, dan telur.
- Rutin berolahraga
Aktivitas fisik seperti berjalan cepat, lari, atau latihan beban membantu memperkuat tulang sekaligus menjaga kepadatannya agar tidak cepat menurun.
- Hindari rokok dan alcohol
Kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol berlebihan dapat mempercepat penurunan massa tulang. Menghindarinya dapat membantu menjaga kesehatan tulang dalam jangka panjang.
- Biasakan gaya hidup aktif sejak dini
Aktivitas fisik sejak masa anak-anak dan remaja berperan besar dalam membentuk massa tulang yang optimal. Semakin kuat fondasi tulang di usia muda, semakin kecil risiko osteoporosis di kemudian hari.
Osteoporosis sering berkembang tanpa gejala pada tahap awal. Justru kebiasaan sehari-hari seperti kurang bergerak, jarang terkena sinar matahari, atau pola makan yang tidak seimbang dapat menjadi pemicu yang tidak disadari.
Karena itu, menjaga kesehatan tulang bukan hanya tanggung jawab di usia tua, melainkan investasi jangka panjang yang idealnya dimulai sejak muda.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















