BOGORTODAY.COM – Perdana Menteri baru Hungaria, Peter Magyar, menyatakan komitmennya untuk menegakkan keputusan hukum internasional terkait surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Pernyataan tersebut disampaikan Magyar dalam sebuah konferensi pers, di mana ia menegaskan bahwa sebagai anggota International Criminal Court, Hungaria memiliki kewajiban untuk mematuhi keputusan lembaga peradilan internasional tersebut.
Ia menegaskan bahwa setiap individu yang menjadi buronan ICC dan memasuki wilayah Hungaria seharusnya dapat ditahan sesuai aturan yang berlaku.
Latar Belakang Surat Perintah ICC
Pada November 2024, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu serta mantan Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant. Langkah tersebut berkaitan dengan dugaan kejahatan perang dalam konflik di Jalur Gaza.
Keputusan ini memicu perdebatan internasional, termasuk di dalam Uni Eropa, mengingat tidak semua negara anggota memiliki sikap yang sama dalam menindaklanjuti perintah ICC.
Perbedaan Sikap dengan Pemerintahan Sebelumnya
Sikap Magyar berbeda dengan pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Viktor Orban. Di bawah Orban, Hungaria sempat menjadi satu-satunya negara Uni Eropa yang secara terbuka menolak menjalankan keputusan ICC terkait kasus tersebut.
Bahkan pada 2025, Netanyahu sempat berkunjung ke Budapest untuk bertemu Orban. Kunjungan itu berlangsung di tengah status surat perintah penangkapan ICC yang masih berlaku, sehingga menimbulkan sorotan internasional.
Pada saat itu, pemerintah Orban juga menyampaikan rencana untuk menarik Hungaria dari keanggotaan ICC serta menegaskan tidak akan melaksanakan penangkapan terhadap Netanyahu.
Sikap Baru Pemerintahan Magyar
Berbeda dengan pendahulunya, Magyar menegaskan akan menghentikan proses penarikan Hungaria dari ICC. Ia juga menyebut telah menyampaikan langsung kepada Netanyahu bahwa negaranya akan kembali berpegang pada aturan hukum internasional.
Meski demikian, ia tetap membuka ruang hubungan diplomatik. Tak lama setelah terpilih, Magyar diketahui melakukan komunikasi dengan Netanyahu melalui sambungan telepon dan mengundangnya untuk menghadiri peringatan nasional Hungaria.
Undangan tersebut bahkan telah diterima, dan kedua pihak disebut sepakat untuk menjaga hubungan bilateral tetap berjalan baik, termasuk rencana kunjungan lanjutan melalui pertemuan tingkat pemerintahan.
Ujian Politik bagi Pemerintahan Baru
Pernyataan tegas Magyar terkait ICC dipandang sebagai langkah awal yang akan menguji arah kebijakan luar negeri pemerintahannya. Di satu sisi, ia berupaya menegakkan hukum internasional, namun di sisi lain tetap menjaga hubungan diplomatik dengan Israel.
Kebijakan ini diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting dalam perjalanan politik Hungaria ke depan, terutama dalam posisi negara tersebut di tengah dinamika politik Eropa dan Timur Tengah.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















