Lurah Ciwaringin Serap Aspirasi Media, Paparkan Peta Masalah dan Solusi Wilayah

Lurah Ciwaringin, Ade Suryana, dalam kegiatan Media Gathering yang berlangsung di Aula Kelurahan Ciwaringin, Senin (27/4/2026). Foto: Aditya/Bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Kelurahan Ciwaringin, Kecamatan Bogor Tengah, menyimpan potensi besar mulai dari sektor UMKM unggulan hingga pemanfaatan lahan produktif di bantaran sungai.

Lurah Ciwaringin, Ade Suryana, mengawali paparannya, Senin (27/4/2026) dengan memperkenalkan profil wilayah Ciwaringin yang memiliki luas 79,8 hektare dengan populasi 6.461 jiwa.

Prestasi UMKM dan Realisasi Program

Dalam paparannya, Ade mengungkapkan kebanggaannya terhadap produk lokal Ciwaringin yang telah mengukir prestasi. Produk keripik singkong dan keripik bawang asal wilayah ini berhasil meraih Juara Pertama dalam ajang yang diselenggarakan di Mal Pelayanan Publik (MPP).

Selain prestasi UMKM, Ade memaparkan sejumlah realisasi program kerja yang telah berjalan, di antaranya:

Infrastruktur: Pengaspalan jalan setapak sepanjang 94 meter di RW 10.

Sosial: Penyaluran bantuan pangan dari Kementerian Sosial kepada 597 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

BACA JUGA :  Kandang Ayam Broiler Dua Lantai di Caringin Bogor Ludes Terbakar

“Alhamdulillah, pengaspalan di RW 10 sudah terlaksana saat masa puasa kemarin. Untuk bantuan sosial juga berjalan lancar,” ujar Ade.

Optimalisasi Bantaran Sungai dan Mitigasi Bencana

Ade Suryana melihat peluang besar pada lahan-lahan tidak produktif di bantaran Sungai Cipakancilan. Ia berencana mendorong setiap RW untuk mengoptimalkan lahan tersebut menjadi area perikanan, peternakan, atau pertanian melalui Kelompok Wanita Tani (KWT), dengan catatan tetap menempuh perizinan dari pihak Sumber Daya Air (SDA).

Namun, ia juga menyoroti tantangan bencana alam seperti tanah longsor di dekat Hotel Bahagia dan pohon tumbang. Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (Katana) Ciwaringin.

“Terkait pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sungai, kendalanya adalah kewenangan yang berada di provinsi atau BBWS. Kami terus berkoordinasi karena banyak bangunan warga di bantaran sungai yang tidak sesuai peruntukan,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sarwendah Ingin Perselisihan dengan Ruben Onsu Segera Tuntas Demi Anak-anak

Penataan PKL Jalan MA Salmun

Fokus utama lainnya adalah penataan pedagang kaki lima (PKL). Berdasarkan data kelurahan, terdapat sekitar 94 lapak PKL di sepanjang Jalan MA Salmun hingga Jalan Merdeka. Ade menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan adalah penataan persuasif, bukan penggusuran semena-mena.

Surat imbauan telah dilayangkan agar para pedagang berjualan sesuai aturan demi estetika wilayah dan kelancaran lalu lintas.

“Kami sudah memberikan surat imbauan agar mereka berdagang sesuai aturan. Harapannya, ke depan kita bisa berkolaborasi dengan Satpol PP untuk penataan yang lebih permanen,” pungkas Ade.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================