Benarkah Kotoran Telinga Basah Berkaitan dengan Bau Badan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Dalam penelitian tersebut, variasi gen ABCC11 tertentu (seperti tipe GG dan GA) dikaitkan dengan peningkatan aktivitas kelenjar apokrin. Sementara varian lainnya (AA), yang lebih umum pada pemilik kotoran telinga kering, cenderung menghasilkan aktivitas lebih rendah.

Tidak Hanya Faktor Genetik

Meski gen memiliki peran penting, para ahli menegaskan bahwa bau badan tidak hanya ditentukan oleh faktor keturunan. Ada banyak faktor lain yang ikut memengaruhi, seperti:

  • Kondisi bakteri di kulit
  • Tingkat kebersihan tubuh
  • Pola makan sehari-hari
  • Hormon
  • Jenis pakaian yang digunakan
  • Lingkungan tempat tinggal
BACA JUGA :  Rudy Susmanto Tegaskan Skywalk Tegar Beriman Simbol Kolaborasi dan Infrastruktur Inklusif

Artinya, seseorang dengan kotoran telinga basah belum tentu memiliki bau badan yang kuat, begitu juga sebaliknya.

Perbedaan pada Setiap Populasi

Menariknya, variasi gen ABCC11 juga berbeda pada tiap kelompok populasi. Studi menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat di beberapa negara Asia Timur, seperti Korea dan Jepang, memiliki varian gen yang berkaitan dengan kotoran telinga kering.

BACA JUGA :  MMAJ Jakarta 2026 Hadirkan Festival Anime dan Budaya Jepang Berskala Internasional di Gandaria City

Hal ini juga berdampak pada rendahnya aktivitas kelenjar apokrin, sehingga kecenderungan bau badan pada kelompok tersebut relatif lebih kecil dibandingkan populasi lain.

Hubungan antara kotoran telinga basah dan bau badan ternyata bukan sekadar mitos, melainkan berkaitan dengan faktor genetik.

Namun, kondisi ini tetap dipengaruhi banyak faktor lain di luar gen, sehingga tidak bisa dijadikan patokan tunggal untuk menilai kebersihan atau kondisi tubuh seseorang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================