BOGORTODAY.COM – Banyak orang tua mengira anak yang tampak mudah lelah atau lebih rewel dari biasanya hanyalah fase pertumbuhan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal awal adanya Anemia yang kerap luput dari perhatian.
Masalah kesehatan ini termasuk salah satu gangguan kekurangan nutrisi yang paling sering terjadi pada anak-anak di seluruh dunia.
Dampaknya tidak hanya membuat tubuh mudah lemas, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan otak dan fisik jika tidak ditangani sejak dini.
Gejala anemia biasanya muncul secara perlahan, sehingga sering disalahartikan sebagai kondisi ringan. Berikut beberapa ciri yang perlu diperhatikan:
- Wajah tampak pucat
Anak yang mengalami anemia umumnya terlihat lebih pucat, terutama di area wajah, bibir, hingga bagian dalam kelopak mata. Hal ini terjadi karena rendahnya kadar hemoglobin.
- Mudah lelah
Meski tidak banyak beraktivitas, anak bisa terlihat cepat lelah dan kurang berenergi saat bermain maupun belajar.
- Lebih sensitif dan mudah rewel
Perubahan suasana hati menjadi lebih mudah marah atau rewel tanpa sebab jelas juga bisa menjadi tanda.
- Napas terasa lebih cepat atau sesak
Tubuh yang kekurangan oksigen membuat anak bernapas lebih cepat dari biasanya.
- Detak jantung meningkat
Jantung bekerja lebih keras untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh, sehingga denyutnya terasa lebih cepat.
- Pusing atau sakit kepala
Kurangnya suplai oksigen ke otak dapat memicu rasa pusing, bahkan gangguan keseimbangan.
- Nafsu makan menurun
Anak dengan anemia cenderung kurang tertarik makan, yang justru memperburuk kondisi.
- Pertumbuhan melambat
Dalam jangka panjang, anemia bisa menghambat perkembangan fisik dan kemampuan berpikir anak.
- Mudah terserang penyakit
Daya tahan tubuh yang menurun membuat anak lebih rentan terhadap infeksi seperti flu atau batuk.
- Kebiasaan makan tidak lazim
Sebagian anak mengalami keinginan makan benda yang bukan makanan, seperti tanah atau kapur, yang dikenal sebagai gejala kekurangan zat besi.
Ada berbagai faktor yang dapat memicu anemia, di antaranya:
- Asupan zat besi yang kurang dari makanan sehari-hari
- Lahir prematur atau memiliki berat badan rendah
- Faktor keturunan dalam keluarga
- Penyakit kronis atau infeksi tertentu
- Kehilangan darah akibat cedera atau tindakan medis
- Gangguan penyerapan nutrisi dalam tubuh
- Pola makan yang tidak seimbang atau sulit makan
Pada bayi dan balita, kondisi ini sering terjadi karena pemberian makanan tinggi zat besi yang terlambat atau konsumsi susu sapi yang terlalu dini.
Cara Mengatasi Anemia
Penanganan anemia pada anak perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Beberapa langkah yang umum dilakukan antara lain:
- Pemberian suplemen zat besi sesuai anjuran dokter
- Perbaikan pola makan, dengan menambahkan makanan kaya zat besi seperti daging, telur, ikan, kacang-kacangan, dan sayuran hijau
- Mengombinasikan dengan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi, misalnya dari buah jeruk atau tomat
- Transfusi darah pada kondisi tertentu yang sudah tergolong berat
Mengenali gejala sejak awal menjadi kunci penting agar anak mendapatkan penanganan yang tepat. Jika tanda-tanda anemia mulai terlihat, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















