
Lebih lanjut, Ajat menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor tidak ingin peluncuran ini berhenti pada tataran seremonial semata, melainkan menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang berkelanjutan.
“Jangan sampai ini hanya menjadi kegiatan seremonial. Kita ingin ini menjadi sistem yang berjalan terus, menjadi warisan dalam membangun birokrasi yang lebih baik,” ungkapnya.
Dengan peluncuran ini, ia berharap pengelolaan ASN ke depan menjadi lebih adil, transparan, dan berbasis kinerja.
Kepala Kantor Regional III Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Wahyu menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengimplementasikan Manajemen Talenta sebagai bagian dari penguatan sistem merit dalam pengelolaan ASN.
“Peluncuran Manajemen Talenta menjadi momentum penting dan bersejarah, yang menandai keseriusan Kabupaten Bogor dalam membangun tata kelola kepegawaian yang profesional, modern, dan berbasis kinerja,” terang Wahyu.
Wahyu menambahkan, Kabupaten Bogor telah membuktikan bahwa pengelolaan SDM aparatur tidak lagi berbasis kedekatan, tetapi mengedepankan sistem meritokrasi. Ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk tahap implementasi nyata.
Selanjutnya, Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor, Yunita Mustika Putri, menjelaskan bahwa implementasi manajemen talenta merupakan proses panjang yang berangkat dari capaian Indeks Sistem Merit sebesar 326 dengan kategori “Sangat Baik” pada 30 November 2023.
“Capaian indeks sistem merit ini menjadi pijakan strategis bagi kami untuk memastikan pengelolaan ASN dilakukan secara profesional dan akuntabel,” imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa manajemen talenta tidak hanya berhenti pada aspek administratif, tetapi telah diterapkan secara nyata dalam proses promosi dan penempatan pegawai.
“Manajemen talenta telah kami gunakan dalam pengambilan keputusan penempatan ASN, sehingga prinsip the right man on the right place benar-benar dapat diwujudkan berdasarkan kinerja dan kompetensi,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah menindaklanjuti delapan rekomendasi perbaikan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), termasuk penguatan integritas data dan validasi hasil asesmen, sebagai bagian dari upaya penyempurnaan sistem.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan langkah nyata untuk membangun ASN yang unggul, adaptif, dan siap mendukung pembangunan daerah,” pungkasnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Diskominfo Kabupaten Bogor
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















