
Ia menyoroti perlintasan rel kereta di kawasan Ciriung yang disebut telah berulang kali memakan korban jiwa. Pemkab Bogor, kata dia, sudah beberapa kali mengajukan permohonan pembangunan palang pintu, namun belum mendapat tanggapan.
“Sudah beberapa orang meninggal dunia di situ. Kami sudah bersurat berkali-kali kepada PT KAI. Akhirnya kami membangun pos sementara,” ucap Rudy.
Rudy menambahkan, masyarakat sekitar turut bergotong royong membantu pembiayaan penjaga palang di lokasi tersebut. Saat ini, palang perlintasan masih dioperasikan secara manual.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Bogor dan PT KAI dapat segera terwujud agar pengamanan perlintasan kereta lebih maksimal dan kecelakaan dapat dicegah.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















