Cuaca Panas Ekstrem Bisa Percepat Penurunan Performa Baterai Mobil Listrik

Pengisian daya pada malam hari dianggap lebih aman karena suhu lingkungan lebih rendah. Jika memungkinkan, penggunaan pengisian Level 2 lebih disarankan, sementara fast charging cukup dibatasi hingga sekitar 80 persen kapasitas.

Ia juga mengingatkan agar pengisian daya tidak dilakukan saat baterai masih dalam kondisi panas setelah digunakan.

Sistem Pendingin Tetap Punya Batas

Sebagian besar kendaraan listrik modern sudah dilengkapi sistem manajemen suhu atau thermal management system (TMS) dengan pendingin cair. Sistem ini berfungsi menjaga suhu baterai tetap stabil, umumnya di kisaran 20 hingga 40 derajat Celsius.

BACA JUGA :  Polisi Selidiki Teror Pocong di Cibinong Bogor

Namun, pada kondisi ekstrem, sistem ini tetap membutuhkan energi tambahan yang dapat sedikit mengurangi jarak tempuh kendaraan. Karena itu, perawatan dan kebiasaan pengguna tetap berperan penting dalam menjaga efisiensi kendaraan listrik.

Penyimpanan Kendaraan yang Ideal

Untuk penyimpanan, kendaraan listrik sebaiknya diparkir di tempat yang teduh, sejuk, dan kering. Penggunaan pelindung kaca atau sunshade juga dapat membantu mengurangi paparan panas langsung.

BACA JUGA :  Wardatina Mawa Ingin Perceraian Segera Tuntas, Tegaskan Keputusan Sudah Bulat

Jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama, disarankan untuk mencabut pengisian daya dan melakukan preconditioning sebelum digunakan kembali.

Perubahan suhu ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi pengguna kendaraan listrik. Dengan memahami cara kerja baterai serta menerapkan kebiasaan perawatan yang tepat, risiko penurunan performa dapat diminimalkan sehingga kendaraan tetap awet dan optimal digunakan dalam jangka panjang.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================