Rutin Berolahraga Turunkan Risiko Stroke hingga 90 Persen, Ini Penjelasan Dokter

Stroke
Ilustrasi Stroke. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Sekitar 90 persen kasus stroke sebenarnya dapat dicegah. Kuncinya adalah mengendalikan berbagai faktor risiko, salah satunya melalui aktivitas fisik yang rutin.

Stroke, yang masih menjadi penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia, umumnya dipicu oleh gaya hidup tidak sehat dan kondisi medis tertentu yang tidak terkontrol.

Dr. dr. Pricilla Yani Gunawan, SpN, Subsp ENK(K), neurolog dari Siloam Hospital, menjelaskan bahwa olahraga berperan penting dalam menjaga elastisitas pembuluh darah dan menurunkan risiko penyumbatan aliran darah.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Perkuat Hutan Kota, 45 Ribu Pohon Sudah Menghijaukan 40 Kecamatan

“Mereka yang rutin berolahraga akan membuat pembuluh darah lebih elastis dan menurunkan risiko adanya sumbatan. Tapi bukan berarti kalau saya olahraga, saya akan terhindar dari stroke. Tidak, karena risikonya multifaktor,” kata dr Pricilla kepada wartawan di Kabupaten Tangerang, Rabu (29/10/2025).

Stroke adalah Penyakit Multifaktor

Menurut dr Pricilla, tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor terbesar pemicu stroke. Selain itu, gula darah yang tidak terkontrol dan kadar kolesterol tinggi juga berperan besar.

BACA JUGA :  Honda Super One Segera Meluncur di Indonesia, Berapa Perkiraan Harganya?

“Kalau bicara stroke tidak hanya satu faktor. Agak sulit menyalahkan satu penyebab. Karena itu multifaktorial. Tapi faktor besarnya yang sudah kami identifikasi adalah tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh faktor risiko harus ditangani secara menyeluruh. “Kalau kita cuma ambil satu, misalnya ‘yang penting saya olahraga tapi tensi tinggi saya biarkan’, ya tetap saja risikonya ada,” tambahnya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================