
Berapa Lama Olahraga yang Dianjurkan?
Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan olahraga minimal 30 menit sebanyak lima kali dalam seminggu. Rutinitas ini diyakini dapat menurunkan risiko stroke hingga 25 persen.
Aktivitas fisik juga membantu menjaga berat badan ideal, mengontrol tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, serta meningkatkan kesehatan jantung.
Tak hanya itu, stres—yang juga menjadi faktor risiko stroke—dapat ditekan melalui olahraga. Latihan fisik terbukti mampu mengurangi kecemasan dan depresi, sehingga turut melindungi tubuh dari risiko serangan stroke.
Jenis Olahraga yang Baik untuk Cegah Stroke
Jenis olahraga bisa disesuaikan dengan minat dan kemampuan fisik masing-masing. Beberapa pilihan yang dianjurkan antara lain:
- Aktivitas Aerobik (150–300 menit/minggu)
Dilakukan 3–5 kali per minggu dengan intensitas sedang. Contohnya:
- Jalan kaki
- Berlari
- Berenang
- Bersepeda
Aktivitas ini membantu meningkatkan sirkulasi darah dan memperkuat jantung.
- Penguatan Otot (2–3 kali per minggu)
Penting untuk menjaga metabolisme tubuh, kestabilan gula darah, dan kekuatan otot. Bisa dilakukan melalui:
- Gym atau latihan beban
- Yoga
- Pilates
Kunci Pencegahan: Olahraga Konsisten dan Kendalikan Faktor Risiko
Dokter menegaskan bahwa olahraga hanyalah salah satu bagian dari pencegahan stroke. Yang tak kalah penting adalah memantau tekanan darah, menjaga gula darah tetap stabil, mengontrol kolesterol, berhenti merokok, serta mengelola stres.
Dengan kombinasi gaya hidup sehat dan penanganan medis yang tepat, risiko stroke dapat ditekan secara signifikan—bahkan hingga 90 persen.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















