Campak Tak Hanya Menyerang Anak, Orang Dewasa Juga Berisiko Alami Gejala Berat

Campak
Ilustrasi Campak. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Banyak orang masih menganggap campak sebagai penyakit yang hanya dialami anak-anak. Anggapan ini membuat sebagian orang dewasa merasa aman setelah pernah terinfeksi atau menerima vaksin saat kecil. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian.

Dokter spesialis penyakit dalam, Erpryta Nurdia Tetrasiwi, menjelaskan bahwa orang dewasa tetap memiliki kemungkinan tertular campak, terutama jika sistem kekebalan tubuhnya tidak lagi optimal. Bahkan, gejala yang muncul bisa lebih berat dibandingkan pada anak-anak.

BACA JUGA :  Kebiasaan Begadang Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Orang Tua Diminta Lebih Waspada

Mengapa Orang Dewasa Masih Bisa Terkena Campak?

Ada beberapa faktor yang membuat orang dewasa tetap rentan terhadap infeksi campak:

  1. Antibodi yang Menurun Seiring Usia

Perlindungan dari vaksin yang diberikan saat kecil tidak selalu bertahan seumur hidup. Seiring bertambahnya usia, kadar antibodi bisa menurun hingga tidak lagi cukup untuk melindungi tubuh dari infeksi.

  1. Vaksinasi yang Tidak Lengkap

Di masa lalu, banyak orang hanya menerima satu dosis vaksin. Padahal, untuk perlindungan optimal dibutuhkan dua dosis vaksin MMR yang mampu memberikan efektivitas hingga sekitar 97 persen.

  1. Virus yang Sangat Mudah Menular
BACA JUGA :  Masuki Tahun Ke-11, Bogor Hujan Trail 2026 Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Rider Nusantara hingga Mancanegara

Virus campak dapat bertahan di udara hingga dua jam setelah penderita meninggalkan suatu ruangan. Hal ini membuat penularan di tempat umum seperti kantor atau transportasi publik menjadi sangat mungkin terjadi, terutama bagi mereka yang belum memiliki kekebalan.

Risiko Komplikasi Lebih Serius

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================