Diskanak Kabupaten Bogor Ingatkan Ancaman Heat Stroke pada Hewan Kurban

Diskanak
Pedagang hewan kurban memantau kondisi sapi-sapi di lapaknya di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (4/5/2026). Cuaca pancaroba mempersulit pasokan pakan sehingga pedagang terpaksa mencari rumput hingga ke wilayah Leuwiliang dan Jonggol demi menjaga kondisi lebih dari 200 ekor ternak tetap layak jual menjelang Iduladha 1446 H. FOTO : BOGORTODAY.COM/RIFKI RAMADHAN.

BOGORTODAY.COM – Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Bogor memperingatkan ancaman heat stroke pada hewan kurban akibat cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini. Para pedagang diminta segera melengkapi kandang penampungan dengan atap peneduh guna melindungi hewan dari paparan panas dan hujan secara langsung.

Ketua Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Diskanak Kabupaten Bogor, Siswiyani, mengatakan, perubahan cuaca yang drastis menjadi salah satu faktor utama yang mengancam kesehatan hewan kurban menjelang Iduladha. Hewan yang terpapar panas berlebih secara tiba-tiba, atau sebaliknya langsung terguyur hujan, berisiko mengalami gangguan kesehatan serius.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

“Kalau cuaca ekstrem, misalnya panas, bisa heat stroke. Kemudian tiba-tiba sore hujan, ada perubahan cuaca. Sama seperti manusia, hewan pun rentan terhadap perubahan cuaca,” ujar Siswiyani, Selasa (5/5/2026).

Untuk meminimalkan risiko tersebut, Diskanak menyarankan agar setiap kandang penampungan hewan kurban dilengkapi atap atau pelindung yang memadai. Langkah itu dinilai krusial mengingat lapak pedagang hewan kurban umumnya berada di area terbuka yang rentan terhadap perubahan cuaca.

BACA JUGA :  Resep Bolu Tape Lembut dan Harum, Cocok untuk Teman Minum Teh

“Kita sarankan untuk kandang-kandang penampungan itu ada peneduhnya, supaya tidak kehujanan dan tidak kepanasan,” kata dia.

Selain itu, Siswiyani juga meminta para pedagang dan pemilik hewan kurban untuk segera melapor kepada petugas apabila hewan menunjukkan gejala sakit. Penanganan dini dinilai penting agar kondisi hewan tidak memburuk dan tetap layak untuk dikurbankan.

“Segera hubungi petugas agar bisa dilakukan penanganan,” katanya.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================