7 Mitos Tentang Sushi yang Masih Banyak Dipercaya, Ternyata Tidak Selalu Benar

Sushi
Ilustrasi Sushi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Sushi menjadi salah satu makanan Jepang yang sangat populer di berbagai negara, termasuk Indonesia. Hidangan ini dikenal memiliki rasa segar, tampilan menarik, dan variasi menu yang beragam sehingga disukai banyak orang.

Namun, di balik popularitasnya, masih ada banyak anggapan keliru tentang sushi yang dipercaya oleh sebagian orang. Padahal, beberapa hal yang dianggap wajib dalam menikmati sushi ternyata hanyalah mitos.

Berikut beberapa mitos tentang sushi yang perlu diketahui agar tidak salah paham saat menikmatinya.

  1. Suhu Nasi Sushi Tidak Penting

Banyak orang menganggap suhu nasi tidak memengaruhi kualitas sushi. Faktanya, nasi sushi justru ideal disajikan dalam kondisi hangat.

Nasi hangat membantu campuran cuka, gula, dan garam menyerap dengan baik ke dalam butiran nasi sehingga menghasilkan rasa dan tekstur yang lebih pas.

Jika nasi terlalu dingin, rasa sushi bisa berubah dan teksturnya menjadi kurang nikmat.

  1. Semua Jenis Beras Bisa Dipakai untuk Sushi

Tidak semua jenis beras cocok digunakan untuk membuat sushi. Sushi tradisional biasanya menggunakan beras berbutir pendek dengan kandungan pati tinggi.

Jenis beras ini menghasilkan tekstur lengket yang membantu sushi tetap padat dan tidak mudah hancur saat dibentuk.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Jika menggunakan beras biasa yang terlalu pera, bentuk sushi akan sulit menyatu dan rasanya tidak autentik.

  1. Wasabi Hanya Penambah Pedas

Wasabi sering dianggap hanya berfungsi memberikan rasa pedas pada sushi. Padahal, dalam tradisi Jepang, wasabi juga digunakan untuk membantu menjaga keamanan makanan.

Wasabi memiliki kandungan antimikroba yang dipercaya dapat membantu melawan bakteri tertentu pada makanan laut.

Karena itu, pada sushi tradisional, wasabi biasanya ditempatkan langsung di antara nasi dan ikan.

  1. Omakase Selalu Berisi Sushi

Omakase bukan berarti hanya menyajikan sushi. Omakase sebenarnya adalah konsep makan di mana pelanggan menyerahkan pilihan menu sepenuhnya kepada koki.

Dalam satu set omakase, hidangan yang disajikan bisa sangat beragam, mulai dari tempura, yakitori, wagyu, hingga hidangan laut lainnya.

Fokus utama omakase adalah pengalaman kuliner berdasarkan kreasi dan pilihan chef.

  1. Sushi Harus Dimakan dengan Sumpit

Banyak orang merasa harus menggunakan sumpit agar terlihat benar saat makan sushi. Padahal, dalam budaya Jepang, sushi juga boleh dimakan menggunakan tangan.

Bahkan untuk jenis nigiri, penggunaan tangan dianggap membantu menjaga bentuk sushi tetap utuh saat dimakan.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Jadi, makan sushi dengan tangan bukanlah hal yang salah atau tidak sopan.

  1. Sushi Selalu Menggunakan Ikan Mentah

Mitos lain yang cukup populer adalah anggapan bahwa sushi selalu identik dengan ikan mentah.

Faktanya, sushi modern memiliki banyak variasi. Ada sushi dengan isi sayuran, telur, ayam, udang matang, hingga daging panggang.

Yang membuat hidangan disebut sushi sebenarnya adalah nasi berbumbu cuka khas Jepang, bukan semata-mata penggunaan ikan mentah.

  1. Sushi Wajib Dicelupkan ke Kecap Asin

Soy sauce atau soyu memang sering menjadi pelengkap sushi, tetapi penggunaannya tidak wajib.

Beberapa sushi sudah memiliki rasa yang seimbang sehingga tidak perlu tambahan kecap asin. Hal yang sama juga berlaku untuk wasabi maupun acar jahe.

Semua pelengkap tersebut dapat digunakan sesuai selera masing-masing tanpa aturan mutlak.

Memahami Sushi dengan Lebih Benar

Mengetahui fakta di balik berbagai mitos tentang sushi dapat membuat pengalaman menikmati makanan Jepang menjadi lebih menyenangkan dan autentik.

Sushi bukan hanya soal ikan mentah atau cara makan tertentu, tetapi juga tentang keseimbangan rasa, teknik penyajian, dan tradisi kuliner Jepang yang unik.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================